Soal Penyebab Kapal Miring di Pelabuhan Semayang, Ini Penjelasan KSOP Balikpapan dan Pihak DLU
January 30, 2026 11:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN — Soal penyebab kapal miring di Pelabuhan Semayang masih belum diungkap.

Ini penjelasan Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt Weku Frederik Karuntu dan pihak PT Dharma Lautan Utama, pemilik kapal. 

Insiden miringnya Kapal Motor (KM) Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) pagi, menimbulkan duka mendalam.

Baca juga: Momen Evakuasi Korban Kapal Miring di Pelabuhan Semayang Balikpapan: Truk Bertumpukan, Barang Hancur

Kapal motor adalah jenis kapal penumpang dan barang yang digerakkan dengan mesin, berbeda dengan kapal layar tradisional.

Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.

Setelah proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan selesai, pihak operator kapal, PT Dharma Lautan Utama (DLU), menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penanganan korban.

Tim SAR (Search and Rescue) adalah tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi, bertugas melakukan pencarian dan penyelamatan korban dalam kondisi darurat.

Fokus pada Penanganan Korban

Kepala Cabang DLU Balikpapan, Saleh, menyampaikan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh proses administrasi dan pemberian santunan kepada keluarga korban meninggal dunia berjalan lancar.

PROSES EVAKUASI - Detik-detik evakuasi korban tewas kapan KM Dharma Kartika IX miring di Pelabuhan Semayang yang berlangsung lebih dari enam jam karena truk dan muatan saling menimpa. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)
PROSES EVAKUASI - Detik-detik evakuasi korban tewas kapan KM Dharma Kartika IX miring di Pelabuhan Semayang yang berlangsung lebih dari enam jam karena truk dan muatan saling menimpa. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) (TRIBUN KALTIM/Dwi Ardianto)

Hingga kini, pihak DLU belum dapat memberikan keterangan rinci mengenai penyebab teknis kapal miring saat bersandar di dermaga. 

“Untuk saat ini kami mengutamakan pengurusan (korban). Mohon waktu, nanti kami kabari. Saat ini masih proses pengurusan,” ujar Saleh melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (30/1/2026).

Sementara itu, empat korban luka-luka dilaporkan telah mendapatkan perawatan medis intensif di fasilitas kesehatan setempat.

Investigasi Penyebab Kapal Miring

Mengenai penyebab teknis kapal miring saat bersandar di dermaga saat ini masih proses penyelidikan.

Dermaga adalah struktur di tepi pelabuhan yang digunakan kapal untuk berlabuh, bongkar muat, dan menaikkan penumpang.

Baca juga: 3 Korban Tewas Insiden Kapal Miring di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Satu Adik Anggota DPRD Berau

Otoritas pelabuhan bersama instansi terkait telah memulai penyelidikan mendalam di lokasi kejadian.

Investigasi ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab pasti, apakah terkait kondisi teknis kapal, prosedur operasional, atau faktor eksternal seperti arus laut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menunggu hasil resmi investigasi tim ahli, guna menghindari spekulasi yang belum teruji kebenarannya.

KSOP Turunkan Marine Inspector dan PPNS

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Balikpapan tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden yang menimpa KM Dharma Kartika IX, di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang terjadi pada Selasa 27 Januari 2026.

Diketahui kapal yang tengah melakukan proses bongkar kendaraan tersebut terindikasi miring.

Sehingga menyebabkan beberapa kendaraan roboh yang menimpa penumpang hingga menimbulkan korban jiwa.

Atas insiden tersebut, yakni IR (Pria) tercatat dengan status meninggal dunia.

Baca juga: Momen Evakuasi Korban Kapal Miring di Pelabuhan Semayang Balikpapan: Truk Bertumpukan, Barang Hancur

Kemudian N (Perempuan) dengan status meninggal dunia, dan NL (Perempuan) dengan status meninggal dunia.

Sementara itu, N, R, dan NA (Perempuan) dalam kondisi luka ringan.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt Weku Frederik Karuntu mengatakan saat ini telah dilakukan penanganan kasus.

Pihaknya telah menurunkan Marine Inspector, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari KSOP Balikpapan, serta melibatkan pihak kepolisian untuk menangani kejadian tersebut.

TRAGEDI KAPAL MIRING - Petugas masih melakukan evakuasi insiden kapal miring  KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026). Manajer Pelayanan Jasa Raharja Kalimantan Timur, Teguh Yota Fitra, mengatakan pihaknya membagi personel menjadi dua tim sebagai bentuk kehadiran negara dalam penanganan korban. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

“Kami melihat itu adalah kecelakan kerja. Namun kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut, seluruh aspek kami periksa mulai dari sisi keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujar Capt Weku, Kamis (29/1/2026).

Ia sampaikan, pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi kapal, tetapi juga akan dikembangkan hingga ke manajemen perusahaan pelayaranan.

Baca juga: KSOP Balikpapan Selidiki Insiden Kapal Miring di Pelabuhan Semayang

Hal ini guna memastikan sisi penerapan standar penerapan operasional (SOP) terhadap sistem keselamatan secara menyeluruh.

“Di kapal (KM Dharma Kartika IX) kita ada lakukan pemeriksaan pasca kejadian, namun akan kami kembangkan juga sampai ke manajemen perusahaan pelayaran itu sendiri,” ucapnya.

KSOP menegaskan bahwa sanksi administratif dapat diberlakukan sesuai dengan peraturan keselamatan pelayaran yang berlaku.

Tentunya dengan hasil pemeriksaan meliputi aspek sebagai berikut:

  • Penerapan kesehatan;
  • Keselamatan Kerja (K3);
  • Penerapan international safety management (ISM) code yang merupakan standar internasional dalam pengelolaan keselamatan kapal.

Hasil temuan awal menunjukkan bahwa penerapan SOP di KM Dharma Kartika IX secara umum telah berjalan.

Namun demikian, KSOP menilai perlu dilakukan audit lanjutan untuk memastikan sejauh mana awal kapal benar-benar menjalankan SOP tersebut.

Pemeriksaan masih berlanjut. Berikutnya adalah pemahaman awak kapal terhadap SOP yang mereka jalankan. 

"Nanti kita akan audit juga,” pungkas Capt Weku. (TribunKaltim.co/ Siti Zubaidah/ Ary Nindita)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.