Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan sebanyak 76 sekolah hasil program revitalisasi satuan pendidikan yang membawa harapan baru bagi warga di Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah pascabencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat mengatakan peresmian tersebut sebagai wujud komitmen Pemerintah dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana serta memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan layak.
Selain itu, lanjutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya nasional dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan terdampak bencana, yang ditargetkan tuntas secara bertahap di tahun 2026.
“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.
Dampak revitalisasi tersebut dirasakan sangat berarti bagi satuan pendidikan, seperti yang diungkapkan Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon Yusbida dan Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah Marhamah.
Menurut pengakuan keduanya, sebelum ada program revitalisasi, sekolah mereka menghadapi keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana yang berdampak langsung pada proses pembelajaran.
Melalui program revitalisasi, kedua sekolah itu kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional.
Keduanya mengatakan hasil revitalisasi sekolah itu membuat proses pembelajaran lebih optimal dan peserta didik dapat belajar lebih nyaman.
Yusbida menjelaskan sekolahnya mengalami kekurangan ruang kelas serta fasilitas pendukung.
“Saya berharap, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” katanya.
Sementara Marhamah mengungkapkan kondisi rumah ibadah sekolah dan laboratorium IPA yang rusak sehingga tidak dapat dimanfaatkan.
“Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (merehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ujar Marhamah.
Baca juga: Ini keinginan Tapanuli Selatan terkait jembatan di atas Sungai Garoga







