Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kementrian Kesehatan menargetkan satu juta pemeriksaan eliminasi malaria di Kabupaten Jayapura pada 2025.
Langkah ini memicu lonjakan temuan kasus seiring masifnya pemeriksaan di setiap layanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu mengatakan, eliminasi malaria di wilayah itu melalui program Temukan Obati dan Kendalikan atau TOKEN dimana program tersebut bertujuan untuk memeriksa malaria sebanyak mungkin baik yang bergejala dan tidak bergejala.
Lilian mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terkahir, angka kasus positif malaria di wilayahnya meningkat tajam. Jika pada tahun 2021 sebanyak 26.218 kasus, angka tersebut melonjak menjadi 66.590 kasus positif pada akhir tahun 2025.
Baca juga: Peneliti Dari Universitas Oxford Dorong Penggunaan Drone Untuk Deteksi Malaria di Papua
"Angka ini naik karena semakin banyak penemuan kasus makin banyak juga yang diobati," ujarnya ketika ditemui di ruangannya di Sentani, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Puskesmas Sentani menempati urutan tertinggi dengan temuan 8.972 kasus.
Posisi kedua ditempati Puskesmas Yapsi dengan 5.772 kasus, disusul Puskesmas Kampung Harapan di urutan
"Sentani dan Yapsi, wilayah ini menjadi lokus dalam percepatan eliminasi oleh Kementerian Kesehatan," jelasnya.
Dari target satu juta pemeriksaan, kata Lilian, layanan Kesehatan di Kabupaten Jayapura telah berhasil menemukan 429.766 ribu kasus atau meningkat 43 persen dari tahun sebelumnya.
"Diharapkan tahun 2026 semua layanan puskesmas bersama untuk untuk pemeriksaan lebih banyak akan tetapi kasus positif menurun," katanya.
• Jumlah Penderita Malaria di Kabupaten Jayapura Tembus 41.191 Kasus
Strategi Eliminasi Tingkat Kampung
Lilian mengatakan, mengingat Kabupaten Jayapura merupakan wilayah endemis malaria dengan angka Annual Parasite Incidence (API) mencapai 380 per 1.000 penduduk.
Pihaknya tengah melakukan pemetaan ulang (mapping) data di 139 kampung dan 5 kelurahan karena ditemukan bahwa beberapa kampung sebenarnya memilki angka API di bawah satu persen.
"Kita koordinasi breakdown data, kita mapping jadi data per kampung, seperti di beberapa kampung di Sentani, angka API-nya kurang dari satu persen. Strategi TOKEN kita bisa capai eliminasi.
Lilian meminta seluruh petugas baik di puskemas, pustu, klinik swasta hingga kader malaria terus proaktif melakukan jemput bola dalam menenukan kasus di tengah masyarakat. (*)