Warga Desa Betung Bedarah Timur Tebo Bangun Dam Darurat di Sawah secara Swadaya
January 30, 2026 01:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Warga Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo swadaya membangun dam (penahan air) darurat di desa mereka, Jumat (30/1/2026).

Dam darurat yang terbuat dari bambu, terpal selanjutnya disisi tanah dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat. Hal demikian dilakukan agar air tidak keluar di persawahan mereka.

Dam yang terbuat dari alat seadanya itu dipastikan tidak bertahan lama, untuk itu pemerintah harus mengambil langkah cepat agar para petani bisa menanam padi pada tahun 2026 ini.

Sekretaris Desa Aldul Gafur ketika dikonfirmasi Jumat (30/1/2026) membenarkan melakukan pembuatan Dam darurat di persawahan di desa nya.

"Kita swadaya, bambu kita ambil dari hutan, gotong royong, tanah kita cangkul, terpal kita beli dari uang iuran perangkat desa dan BPD," ungkapnya.

Menurutnya, warga setempat minta pemerintah segera memperbaiki dam tersebut sebab ini sudah kategori darurat.

"Kalau dak diperbaiki petani dak biso namam padi, ini berdampak ke per ekonomi warga, minta tolong lah pemerintah perbaikan dam kami," ujarnya.

Sebab kata dia, kebocoran dam bukan hanya satu, ada beberapa titik tentu nya harus diperbaiki oleh pemerintah.

"Waktu kami gotong royong kemearin besak bocor nyo, air nya kuat nian nyusut," ungkapnya. 

Sekdes bilang, pemerintah Kabupaten Tebo sudah beberapa kalo turun ke lokasi melihat kondisi dam tersebut namun hingga saat ini tak kunjung terealisasi.

"Setelah sayo hitung tahun 2025 sudah 3 kali di cek, belum juga diperbaiki," ungkapnya.

Diberitkan sebelumnya, petani Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, terancam tidak dapat melakukan penanaman padi pada musim tanam tahun 2026.

Hal ini disebabkan rusaknya bendungan atau DAM irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bagi areal persawahan warga.

Kerusakan bendungan tersebut mengakibatkan kebocoran cukup besar sehingga air tidak lagi dapat tertampung secara optimal, terutama untuk menghadapi musim kemarau.

Akibatnya, lahan persawahan seluas kurang lebih 533 hektare kini mengalami kekeringan dan tidak dapat diolah sebagaimana mestinya.

Kondisi tersebut disampaikan oleh salah satu perwakilan masyarakat Desa Betung Bedarah Timur, Ali Amin. Ia mengatakan bahwa kerusakan bendungan sudah terjadi dan berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga.

“Tidak bisa ditanami padi tahun ini. Bendungan atau DAM yang bocor cukup besar, sehingga tidak bisa ditangani oleh petani maupun masyarakat secara mandiri,” ujar Ali Amin, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, bendungan tersebut memiliki peran vital bagi petani setempat, terutama sebagai penampung air pada musim kemarau.

Tanpa adanya pasokan air yang memadai, para petani terpaksa menunda bahkan membatalkan rencana tanam padi yang seharusnya segera dilakukan dalam waktu dekat.

Ali Amin menjelaskan, masyarakat dan petani setempat sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya. Namun, keterbatasan kemampuan teknis dan biaya membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.

“Petani dan masyarakat sudah berusaha, tapi sampai sekarang belum ada bantuan yang turun. Sementara musim tanam tahun 2026 ini sebentar lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika perbaikan tidak segera dilakukan, para petani terancam mengalami gagal tanam yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar.

Selain itu, kondisi ini juga dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan pangan di tingkat desa.

Lebih lanjut, Ali Amin menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Betung Bedarah Timur telah mengambil langkah dengan mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tebo.

Proposal permohonan perbaikan bendungan telah disampaikan sebagai bentuk respons atas kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.

“Pemerintah desa sudah mengirimkan surat berbentuk proposal kepada pemerintah kabupaten agar ada bantuan. Karena ini sifatnya mendadak dan sangat dibutuhkan,” katanya.

Masyarakat Desa Betung Bedarah Timur berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan memberikan solusi, baik melalui perbaikan permanen bendungan maupun langkah darurat lainnya agar pasokan air ke sawah dapat kembali normal.

Dengan semakin dekatnya musim tanam, warga berharap perhatian dan bantuan dari pemerintah dapat segera direalisasikan demi menyelamatkan ratusan hektare lahan pertanian dan menjaga keberlangsungan mata pencaharian para petani setempat.(Tribunjambi.com/Sopianto)

Baca juga: Remaja 18 Tahun di Jambi Tak Ingin Lagi Jadi Polwan setelah Diperkosa 2 Oknum Polisi

Baca juga: Ibu MS Sebut 2 Polisi Inisial I dan K yang Perkosa Anaknya, Tugas di Tanjabtim dan Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.