TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Banjir setinggi hingga 2 meter merendam permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).
Pihak kepolisian dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya disiagakan untuk melakukan patroli bencana dan evakuasi warga terdampak.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, personel telah diterjunkan sejak pagi untuk memastikan keselamatan warga di titik rawan banjir.
"Kami siagakan personel dan peralatan evakuasi di lokasi. Anggota standby membantu warga yang membutuhkan evakuasi akibat banjir," ujar Wahyu dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan laporan Subdit Gasum Ditsamapta Polda Metro Jaya, banjir mulai menggenangi permukiman warga di Jalan Kebon Pala RT 13 RW 04 Kampung Melayu sejak sekitar pukul 7.00 WIB.
Ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 2 meter.
Personel kepolisian yang dikerahkan dilengkapi satu unit truk rescue, dua unit perahu kano, life vest, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Selain patroli, petugas juga bersiaga penuh untuk proses evakuasi lanjutan.
Akibat banjir tersebut, warga mulai mengungsi ke dua lokasi, yakni SDN Kampung Melayu 01 Pagi dan Masjid Jami Ittihaadul Ikhwan.
Total sementara tercatat sebanyak 83 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 295 jiwa mengungsi.
Di SDN Kampung Melayu 01 Pagi terdapat 70 KK dengan rincian 148 orang dewasa, 31 lansia, 73 anak-anak, dan 18 balita.
Sementara di Masjid Jami Ittihaadul Ikhwan terdapat 13 KK yang terdiri dari 14 orang dewasa, 5 lansia, dan 6 anak-anak.
Pihak kepolisian juga memastikan aliran listrik di wilayah terdampak telah dipadamkan guna mencegah potensi bahaya bagi warga.
"Kondisi saat ini terpantau aman dan kondusif. Namun anggota tetap siaga di lokasi mengantisipasi kenaikan debit air atau kebutuhan evakuasi tambahan," kata Wahyu.
Hingga siang hari, petugas kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi banjir sambil berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.