TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta mulai mempersiapkan langkah antisipasi sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, kambing dan domba.
Salah satunya dengan menggulirkan vaksinasi mulai bulan Februari 2026 mendatang, meski sampai sejauh ini tren PMK di Kota Pelajar masih nol kasus.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, berujar kasus PMK mulai bermunculan di beberapa kabupaten tetangga yang berdampak pada kematian hewan ternak.
Walaupun belum dijumpai kasus di Kota Yogyakarta, pihaknya harus memastikan wilayahnya terbebas dari sebaran PMK melalui program vaksinasi.
Selaras rencana, vaksinasi PMK bakal dilaksanakan pada 3-5 Februari 2026, dengan sasaran sapi sebanyak 40 ekor, serta kambing dan domba 160 ekor.
Di samping itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga menggulirkan pemeriksaan kondisi ternak untuk mencegah potensi PMK.
"Vaksin PMK dari pengadaan pemerintah pusat. Vaksinasi pada Februari nanti sasaran ternaknya ada yang baru pertama kali divaksin, dan ada yang booster (dosis tambahan)," ujarnya.
Adapun PMK disebabkan oleh virus Aphthovirus yang rentan menyerang hewan-hewan berkuku belah layaknya sapi, kambing, dan domba.
Dijelaskan, gejala-gejala PMK antara lain timbul luka lesi pada mulut dan kaki khususnya bagian kuku, lalu kondisi hewan biasanya tidak dapat berdiri dan kadang sampai lepas kuku.
Dampak paling buruk dari penularan PMK adalah kematian ternak, karena mengakibatkan beberapa penyakit sekunder yang lantas menginfeksi.
Baca juga: Belasan Nasabah Korban Kospin PAS Yogyakarta Kembali Datangi Ditreskrimsus Polda DIY
Panggarti menyampaikan, sebagai bagian dari antisipasi, lalu lintas hewan ternak dari luar Kota Yogyakarta juga diawasi dengan pemantauan rutin.
Termasuk, pengetatan standar operasional prosedur penyembelihan ternak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan, yang berada di bawah naungan instansinya.
"Meskipun, kalau yang di RPH itu memang selalu ketat, sesuai SOP. Karena ada pemeriksaan ante mortem (sebelum ternak disembelih)," tegasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi menuturkan, sampai sekarang tidak ada temuan kasus PMK di wilayahnya.
Ia mencatat, sampai Desember 2025, jumlah ternak di Kota Yogyakarta untuk sapi potong sebabyak 66 ekor, sapi perah 3 ekor, kambing 112 ekor, dan domba 87 ekor.
"Itu pasti, kami melakukan upaya antisipasi PMK dengan melakukan vaksinasi, dan penyuluhan sebagai upaya pencegahan," pungkasnya. (*)