CPNS 2026 Belum Dibuka, Pemerintah Minta Publik Tidak Tertipu Hoaks
January 30, 2026 05:21 PM

SERAMBINEWS.COM - Informasi mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Tingginya minat publik untuk berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) membuat isu ini ramai dibahas di media sosial dan berbagai platform digital.

Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan secara resmi jadwal pendaftaran CPNS 2026.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi menyesatkan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menegaskan bahwa pemerintah masih berada dalam tahap evaluasi pelaksanaan pengadaan CASN tahun sebelumnya. Selain itu, penghitungan jumlah dan jenis formasi yang dibutuhkan juga masih berlangsung.

Proses tersebut dilakukan agar pengadaan aparatur sipil negara ke depan benar-benar tepat sasaran serta selaras dengan kebutuhan organisasi dan program prioritas nasional.

“Untuk pengadaan CASN Tahun 2026, pemerintah masih melakukan evaluasi dan penghitungan kebutuhan formasi,” demikian keterangan resmi KemenPANRB yang disampaikan melalui akun Instagram resminya.

Baca juga: Ramai Isu CPNS 2026 Dibuka, KemenPANRB dan BKN Ingatkan Waspada Hoaks

Seiring belum adanya pengumuman resmi, KemenPANRB mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama unggahan maupun tautan yang mengatasnamakan pembukaan pendaftaran CPNS 2026 tetapi tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sebuah video viral yang mengklaim pendaftaran CPNS 2026 telah resmi dibuka.

Dalam video itu, narasi seolah-olah disampaikan langsung oleh Menteri PANRB, Rini Widyantini, lengkap dengan ajakan untuk segera mendaftar melalui tautan tertentu.

Namun, KemenPANRB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Sosok Menteri PANRB, Rini Widyantini, dalam video tersebut merupakan Artificial Intelligence (AI). Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan pembukaan CPNS 2026. Sehingga video AI tersebut adalah hoaks,” tulis akun resmi @kemenpanrb, Selasa (27/1/2026).

Pemerintah kembali menegaskan bahwa seluruh informasi valid terkait seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), baik CPNS maupun PPPK, hanya diumumkan melalui situs web dan media sosial resmi instansi pemerintah.

Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi informasi serta waspada terhadap konten manipulatif yang mengatasnamakan pejabat negara dan mengarahkan ke tautan pendaftaran tidak resmi.

Pemerintah mengingatkan, kewaspadaan publik menjadi kunci untuk mencegah penipuan berkedok seleksi ASN.

Seleksi CPNS dan PPPK 2026 Kemenag dan Kemenkes, BKN dan Kementerian Agama: Belum Ada

Beredar informasi mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan PPPK 2026 di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Informasi tersebut ramai beredar di media sosial dan dipastikan tidak benar alias hoaks. 

Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Agama menegaskan hingga saat ini belum ada rekrutmen CPNS 2026 maupun PPPK 2026.

BKN memastikan bahwa seluruh proses rekrutmen ASN, baik CPNS maupun PPPK, hanya dilakukan melalui mekanisme nasional yang terintegrasi dan diawasi langsung oleh BKN.

Kepala BKN, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait pembukaan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026, baik CPNS maupun PPPK. 

Seluruh tahapan rekrutmen ASN, kata dia, selalu diawali dengan penetapan kebutuhan nasional dan diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah.

“BKN memiliki peran sentral dalam memastikan proses rekrutmen ASN berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan,”

“Seluruh pendaftaran ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs tidak dikenal,” tegas Prof Zudan, Rabu (21/1/2026).

Baca juga: Cek Fakta: Benarkah Kemenag Buka Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun Ini?

Informasi CPNS dan PPPK Kemenag 2026

Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembukaan pendaftaran CPNS dan PPPK tahun 2026 di lingkungan Kemenag. 

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi menyesatkan yang beredar luas di media sosial.

Belakangan, beredar konten di sejumlah platform digital, termasuk TikTok, yang menyebut Kemenag membuka rekrutmen CPNS dan PPPK tahun 2026. 

Informasi tersebut disertai ajakan mendaftar melalui tautan tertentu serta iming-iming kemudahan dalam proses seleksi.

Masyarakat pun diminta berhati-hati terhadap beredarnya informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan Kemenag.

“Sampai saat ini Kementerian Agama tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK,” ujar Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, di Jakarta, paad Rabu (21/1/2026).

“Informasi yang beredar di media sosial terkait pendaftaran CPNS dan PPPK atas nama Kemenag adalah hoaks,” tegasnya.

Wawan menjelaskan bahwa setiap proses rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag selalu dilaksanakan secara resmi, transparan, dan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.

Menurutnya, tidak pernah ada pengumuman rekrutmen melalui pesan pribadi atau tautan yang tidak jelas sumbernya.

“Jika ada kebijakan pembukaan rekrutmen, pasti akan kami umumkan melalui website Kemenag.go.id, akun media sosial resmi, serta kanal resmi pemerintah lainnya. Tidak ada pengumuman melalui jalur pribadi atau tautan tidak jelas,” lanjutnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak memiliki sumber resmi, terlebih jika disertai permintaan data pribadi, biaya pendaftaran, atau janji kelulusan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati. Jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama Kemenag untuk kepentingan pribadi,” ujar Wawan.

Kemenag juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pengecekan informasi sebelum mengambil langkah apa pun. 

Jika menemukan konten mencurigakan yang mengatasnamakan Kemenag, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui akun dan kanal resmi Kementerian Agama.

“Apabila masyarakat menemukan konten mencurigakan yang mengatasnamakan Kemenag, silakan laporkan melalui akun Kemenag agar dapat segera kami tindaklanjuti,” tambah Wawan.

Informasi CPNS Kemenkes

Kabar mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ramai beredar di media sosial. 

Informasi tersebut menyebar luas melalui unggahan yang mencantumkan klaim pembukaan pendaftaran, daftar formasi tenaga kesehatan, hingga besaran gaji yang ditawarkan, lengkap dengan tautan pendaftaran. 

BKN memastikan informasi tersebut bukan bagian dari proses resmi rekrutmen ASN.

Sebagai instansi pembina manajemen kepegawaian ASN secara nasional, BKN bertanggung jawab penuh terhadap integritas sistem seleksi ASN.

Mulai dari perencanaan kebutuhan, pendaftaran, pelaksanaan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Maka dari itu, BKN mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen ASN yang beredar di luar kanal resmi instansi pemerintah.

Modus penipuan berkedok seleksi ASN, menurut BKN, kerap menggunakan iming-iming gaji besar dan tautan pendaftaran tidak resmi.

Masyarakat juga diingatkan agar selalu waspada terhadap modus penipuan tersebut.

“Cara termudah untuk mengecek apakah informasi tersebut valid atau tidak, yakni dengan selalu melakukan verifikasi lewat portal resmi BKN, SSCASN, dan website/media sosial resmi instansi pemerintah,”

“Kalau belum ada informasi apa pun pada situs-situs resmi pemerintah tersebut, informasi apa pun terkait seleksi CASN patut diwaspadai,” pesan Prof Zudan.

(Serambinews.com/Firdha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.