TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Jumlah warga Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur yang mengungsi akibat banjir luapan Kali Ciliwung bertambah, Kamis (30/1/2026).
Bila pada pukul 05.00 WIB sebelumnya sebanyak 48 kepala keluarga (KK) terdiri 138 warga mengungsi, kini berdasarkan data pukul 10.30 WIB tercatat 90 KK terdiri dari 327 jiwa yang mengungsi.
Lurah Bidara Cina, Suhartono mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi warga RW 07 dan RW 11 terdampak banjir yang mengungsi ke lima posko akibat banjir dengan ketinggian 2,2 meter.
"Di aula kantor kelurahan sebanyak 54 KK terdiri 181 jiwa, di SDN 05 enam KK terdiri dari 50 jiwa, di gedung SKKT RW 11 10 KK terdiri dari 25 jiwa," kata Suhartono di Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).
Kemudian sebanyak 16 KK terdiri dari 54 jwa mengungsi di Masjid Al-Abror RW 11, dan sebanyak 4 KK terdiri dari 17 jiwa warga RW 08 mengungsi ke Gelanggang Olahraga (GOR) Otista.
Posko pengungsian ini mulai dibuka sejak Kamis (29/1) malam saat debit air kiriman dari Depok dan Bogor tiba, karena sebelumnya tinggi muka air di Bendungan Katulampa dan Pos Pantau Depok naik.
"Jam 08.00 WIB malam kita sudah sampaikan di grup WA warga bahwa untuk persiapan pindah. Karena di Manggarai Siaga 1. Jadi warga mulai pindah jam 23.00 WIB," ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan logistik warga, Suhartono menuturkan sudah mendistribusikan bantuan makanan siap saji, air mineral, dan roti dari Sudin Sosial dan PMI Jakarta Timur.
Bantuan logistik makanan siap saji akan terus didistribusikan selama warga korban banjir luapan aliran Kali Ciliwung membutuhkan, dan posko pengungsian masih dibuka.
"Untuk warga yang mengungsi dari RW 11 dan 7. Untuk RW 05 dan RW 06 memang terdampak genangan, tapi dia enggak mengungsi karena rata-rata ketinggian 50 sentimeter," tuturnya.