Sosok Produsen Es Gabus yang Dijual Suderajat, Ngaduk Adonan Berjam-jam: Capek Setengah Mati
January 30, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus Suderajat (49), penjual es gabus yang dituding menggunakan bahan spons masih menjadi perbincangan.

Kini muncul pemilik sekaligus produsen es gabus yang dijual oleh Suderajat.

Es gabus yang dijual Suderajat merupakan buatan pabrik milik Narsumi.

Narsumi mengatakan, tuduhan es gabusnya pakai spons tak berdasar mengingat besaran modal justru akan lebih besar jika membeli spons untuk es. 

"Enggak ada lah (spons), sponsnya lebih mahal daripada sagu aren," kata Narsumi saat ditemui Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

Ia juga membantah tudingan itu dikarenakan Narsumi telah susah payah dengan seorang anggota keluarganya dalam memproduksi es gabus yang sedang viral ini.

Proses pembuatannya memakan waktu berjam-jam, karena harus mengaduk, membuat adonan, merebus air, mencetak, dibekukan di kulkas, hingga membungkus ke plastik.

Baca juga: Narsumi Bos Suderajat Penjual Es Gabus Bantah Pakai Spons, Beri Harga Rp 500 Meski Tak Dapat Untung

Pembuatan Es Gabus Lebih Lelah Ketimbang Urus Bayi

Narsumi menyebut, proses membuat es gabus lebih melelahkan daripada mengurus bayi. 

"Capeknya setengah mati bikin es gabus, tapi keuntungannya juga enggak ada. Cuma ya ini membantu orang yang menganggur saja," ujarnya.

Satu kali produksi, Narsumi membuat es gabus untuk dijual ke sekitar lima pedagang termasuk Suderajat.

Sepengetahuannya, Suderajat telah membeli es gabus buatannya selama belasan tahun, ketika anak-anaknya juga masih kecil. 

"Pak Suderajat tuh dagangnya enggak beli dari saya doang, kadang di saya tapi kadang di tempat lain. Dari dulu sampai sekarang, kan enggak ada orang keracunan makan es krim," terang Narsumi. 

KASUS ES GABUS - Narsumi, produsen es gabus yang dijual Suderajat (49), pedagang yang dituduh aparat, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026). Ia membantah es gabus yang digunakannya menggunakan spons.
KASUS ES GABUS - Narsumi, produsen es gabus yang dijual Suderajat (49), pedagang yang dituduh aparat, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026). Ia membantah es gabus yang digunakannya menggunakan spons. (KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY)

Harga Satuan Es Gabus Rp 500 

Selama ini, Narsumi menjual murah harga satuan es gabus kepada Suderajat, yaitu hanya Rp 500 per buah. 

"Itu kan (es gabus) harganya murah juga, dari saya Rp 500 satunya, kan yang dapat untung gede dari yang jualan," tutur Narsumi.

Harga itu telah disesuaikan dengan modal yang dikeluarkan Narsumi dalam memproduksi es gabus.

Ia menyebutkan, seluruh bahan yang diperlukan sederhana sebab tingkat kesulitan berada pada proses memasaknya.

"Pembuatannya dari sagu aren, vanili, gula pasir, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Sudah, kayak gitu saja," jelas Narsumi.

"Enggak bisa dinyatakan berapa lama (waktu masaknya), pokoknya lama karena kayak harus telaten," lanjut dia.

Baca juga: Sosok Perempuan Diduga Penyebar Hoaks Es Gabus Suderajat Pakai Spons Diburu Aspri Hotman Paris

Pengakuan Suderajat Dianiaya Oknum Aparat

Sebelumnya, Suderajat mengaku mendapat penganiayaan dari oknum aparat di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1/2025) usai dituduh menggunakan bahan spons dalam produk dagangannya di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1/2025).

Suderajat mengungkapkan, kejadian itu bermula saat ada seorang bocah yang membeli dagangannya.

"Bapaknya polisi, saya belum tahu. Dibejek-bejek, es kuenya saya. Terus es kue saya dilempar ke muka saya. Saya ditendang, dikepret, ditonjok," ujarnya, Selasa (27/1/2026), dikutip dari Tribun Bogor.

Ayah dari lima orang anak tersebut mengaku wajahnya dipukul, kakinya ditendang menggunakan sepatu lars.

Bahkan, Suderajat juga mengaku disabet tubuhnya menggunakan selang dan diancam akan digantung oleh oknum tersebut.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, Suderajat terluka pada sejumlah bagian tubuhnya seperti di area wajah, bahu, dan kaki kanannya.

Menurutnya, dalam peristiwa tersebut terdapat sejumlah orang yang berada di lokasi mulai dari pengurus lingkungan, pejabat kelurahan, dan oknum aparat.

"Lima kali (dipukul) cetot-cetot (suara pukulan), ini sakit (menunjukan sejumlah luka). Katanya ini es bedak," ungkapnya.

Meski begitu, Suderajat hanya bisa pasrah dan berharap kejadian ini mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.

"Biar Allah Maha Kuasa yang balas," katanya.

Suderajat mengaku polisi dan TNI belum menyampaikan permintaan maaf kepadanya.

“Enggak ada minta maaf atau apa, semuanya setahu saya enggak ada minta maaf ke saya,” ucap Suderajat saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Selasa (27/1/2026). 

Meski begitu, setelah kejadian, ia menerima uang ganti rugi dari aparat sebesar Rp300.000 karena barang es gabus yang dibawanya meleleh dan hancur.

VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. Kejadian ini bermula dari laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026). Arief menuduh pedagang bernama Suderajat itu menjual es gabus berbahan spons cuci piring.
VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. Kejadian ini bermula dari laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026). Arief menuduh pedagang bernama Suderajat itu menjual es gabus berbahan spons cuci piring. (Tribun Jatim Network/istimewa)

Polisi-TNI Minta Maaf ke Suderajat

Setelah kasus ini viral, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo akhrinya menemui langsung Suderajat di mushala, Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1/2026) malam. 

Dalam pertemuan itu, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri meminta maaf kepada Suderajat usai menuduh es gabus memakai spons dan menganiaya di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). 

Aiptu Ikhwan dan Serda Heri didampingi Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M. Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, dan Kades Rawa Panjang Mohammad Agus.

Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, mereka bertemu di salah satu mushala dekat kontrakan Suderajat.

Ikhwan dan Heri terlihat berdiri mengapit Suderajat.

Aiptu Ikhwan menyampaikan permintaan maafnya karena tidak ada niat sengaja untuk melukai Suderajat.

"Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucap Ikhwan kepada Suderajat, dikutip Kompas.com.

Lalu, Ikhwan juga mendoakan keberkahan dan mengharapkan tidak ada masalah lagi di kemudian hari.

Saat itu, ia terlihat menjabat tangan Suderajat yang juga didampingi sang istri.

Setelahnya, Heri juga bersalaman dengan Suderajat dan memohon maaf. 

“Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya pak, sehat selalu,” ujar Heri ke Suderajat. 

Atas pertemuan itu, Roby turut mengkonfirmasi bahwa kehadirannya bersama Ikhwan dan Heri adalah mengungkapkan permintaan maaf secara langsung.

“Kami mewakili unsur pimpinan meminta maaf langsung kepada bapak Suderajat atas kesalahan dalam perlakuan anggota saat penanganan dugaan es dari spons,” ungkap Roby saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.

“Alhamdulillah beliau memaafkan dan ikhlas, menganggap permasalahan sudah selesai,” tambahnya.

Baca juga: Gubernur Ambil Uang Rp10 Juta yang Diberikan ke Suderajat, sempat Tak Percaya ke Si Penjual Es Gabus

Beri Bantuan

TNI melalui Kodim 0501/Jakarta Pusat memberikan bantuan berupa satu unit kulkas, satu dispenser, dan satu kasur springbed untuk mendukung usaha Suderajat dan kenyamanan keluarganya.

"Kami mendampingi pedagang es gabus itu, sekaligus memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan usahanya," demikian rilis resmi Kodim yang diterima Kompas.com, Rabu.

Kodim menegaskan peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

"Diharapkan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar peristiwa serupa tidak terulang kembali," tambah rilis resmi. 

Aparat juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal dan memberikan sanksi disiplin kepada anggota yang terlibat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.