Laporan Wartawan Tribun-Papua, Yulianus Magai
TRIBUNPAPUA.COM, JAYAPURA – Semangat mendukung Persipura Jayapura tidak hanya membara di dalam stadion, tetapi juga meluap di pelataran Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kota Jayapura.
Menjelang laga pamungkas putaran kedua Grup Timur melawan Persiku Kudus, Jumat (30/1/2026), ratusan suporter dari Black Danger Community (BDC) dan Barisan Merah Putih bersatu menggelar nonton bareng (nobar).
Suasana semakin hidup dengan deretan lapak mama-mama Papua yang menjajakan pinang hingga jajanan lokal, mengubah area kreatif tersebut menjadi pusat solidaritas masyarakat.
Solidaritas dari Tanah Papua ini seolah tersalurkan langsung ke lapangan hijau Stadion Wergu Wetan.
Baca juga: Nobar di Kediaman BTM Pecah: Persipura Jayapura Permalukan Persiku Kudus Babak Pertama
Persipura tampil sangat agresif sejak sepak mula, bahkan langsung memimpin lewat gol cepat Artur Jesus Vieira pada menit ke-5.
Meski sempat diwarnai drama pengecekan VAR, gol tersebut akhirnya disahkan dan memicu sorak-sorai riuh dari massa yang memadati area PYCH.
Skuat Mutiara Hitam menunjukkan mentalitas juara meski bermain di bawah tekanan tuan rumah yang sedang berjuang menghindari zona degradasi.
Pertandingan babak pertama ini berjalan penuh ketegangan dengan intensitas tinggi.
Wasit tercatat melakukan empat kali intervensi VAR, termasuk saat menganulir gol Reno Salampessy dan meninjau potensi handsball Gunansar Mandowen.
Namun, ketenangan pemain Persipura dalam menghadapi tekanan menjadi pembeda.
Dukungan moral dari jauh yang digalang oleh Simon Bame dan kawan-kawan di Jayapura terbukti menjadi energi tambahan bagi para pemain yang berlaga di luar kandang.
"Hari ini kami melaksanakan nonton bareng. Tidak hanya BDC, tetapi juga bekerja sama dengan Barisan Merah Putih Kota Jayapura dan Papua Youth Creative Hub,” ujar Simon.
Puncak euforia di lokasi nobar terjadi pada masa injury time babak pertama.
Sang kapten, Gunansar Mandowen, melakukan solo run spektakuler setelah memanfaatkan kesalahan passing pemain Persiku.
Dengan penyelesaian akhir yang klinis, Gunansar menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Skor ini tidak hanya membungkam publik Kudus, tetapi juga memastikan atmosfer nobar di PYCH berubah menjadi pesta perayaan sementara bagi masyarakat Papua.
Baca juga: Persipura Sapu Persiku 2-0 Babak 1: Gunansar Mandowen Tambah Keunggulan, Gol Salampessy Dianulir
Hingga jeda turun minum, Persipura tetap memegang kendali permainan dengan keunggulan dua gol.
Nobar ini membuktikan bahwa Persipura lebih dari sekadar klub sepak bola.
Nobar adalah pemersatu lintas generasi dan sektor, mulai dari suporter fanatik hingga pelaku UMKM lokal.
Masyarakat kini menaruh harapan besar agar konsistensi ini terjaga di babak kedua demi membawa pulang poin penuh ke Bumi Cendrawasih.
Sebagai informasi, papua Youth Creative Hub (PYCH) merupakan wadah pengembangan sumber daya manusia muda Papua dari berbagai disiplin ilmu.
PYCH berlokasi di Kota Jayapura dan difungsikan sebagai pusat pengembangan UMKM, ruang pelatihan, serta ruang kreatif bagi generasi muda Papua. (*)