Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyapa langsung penyintas banjir dari pintu ke pintu hunian sementara (huntara) yang ada di Aceh Tamiang, Aceh, guna memastikan bantuan dan layanan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

Wapres melakukan kunjungan kerja untuk meninjau huntara yang dibangun PT Danantara (Persero) di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Kedatangan rombongan disambut sangat meriah oleh warga yang tinggal di lokasi huntara tersebut. Wapres terlihat menyapa dengan ramah sambil menyalami beberapa penduduk serta mendengarkan aspirasi mengenai fasilitas pendukung hunian layak.

Suasana menjadi hangat saat Wapres mendekati kerumunan anak-anak kecil di kawasan itu.


​​​​

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyapa warga dewasa dan anak-anak di sela meninjau huntara yang dibangun PT Danantara (Persero) di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Harianto

Wapres Gibran memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar, meskipun saat ini masih harus menetap dalam lingkungan huntara.

Dalam tinjauan tersebut Wapres menyapa warga yang berada di dalam huntara dan melihat bagian ruangan dalam. Ia juga terlihat berinteraksi dengan para warga yang berada di depan pintu huntara.

Hadir mendampingi Wapres dalam peninjauan itu Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmii, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, dan pejabat lainnya.

Sri Wahyuni, penghuni huntara di Aceh Tamiang, mengaku terharu bertemu Wapres Gibran Rakabuming Raka yang menyapa langsung, menanyakan kenyamanan layanan, serta kondisi kehidupan pengungsi.

"Katanya inilah, enak di sini? ya enak gitulah, layanannya gimana?," ucap Sri Wahyuni menyampaikan ketika dirinya berdialog dengan Wapres Gibran.

Sri Wahyuni, penghuni hunian sementara di Aceh Tamiang yang disapa Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di sela meninjau huntara yang dibangun PT Danantara (Persero) di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Harianto

Perempuan yang akrab disapa Yuni itu menyampaikan rasa bahagianya karena dapat bersalaman dengan Wapres, sekaligus menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah yang telah menempatkan keluarganya di huntara.

"Tadi saya menyampaikan langsung terima kasih, sudah apa ini? menempatkan kami di sini (huntara)," ucapnya.

Yuni merupakan warga Kampung Pahlawan di kabupaten itu, yang rumahnya hanyut tanpa sisa diterjang banjir, sehingga tinggal bersama suami dan anak di huntara setelah hampir dua bulan bertahan di tenda pengungsian.

Ia menceritakan masa sulit saat banjir, ketika keluarganya mengungsi ke rumah bertingkat milik tetangga selama empat hari, berbagi makanan seadanya, bahkan terpaksa memasak dengan air banjir demi bertahan hidup.

Menurut Yuni, huntara jauh lebih nyaman dibanding tenda pengungsian yang berdebu, meski ia baru empat hari menempatinya, setelah sebelumnya bertahan hampir dua bulan pascabanjir melanda wilayah tersebut.

Meski merasa terbantu, Yuni berharap pemerintah memberikan hunian tetap bagi keluarganya, karena rumah sebelumnya berdiri di tanah pemerintah, sementara seluruh mata pencaharian mereka ikut hanyut diterjang banjir.

Ia berharap adanya relokasi dan rumah hunian tetap agar keluarganya kembali memiliki tempat tinggal layak serta kesempatan memulai kembali usaha kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga kecilnya.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyapa warga dewasa dan anak-anak di sela meninjau huntara yang dibangun PT Danantara (Persero) di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Harianto