Bank UMKM Kenalkan Salak Bangkalan saat Misi Dagang Jatim di Semarang
January 30, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – PT BPR Jatim (Perseroda) atau yang dikenal sebagai Bank UMKM Jawa Timur, terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Dalam agenda strategis Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah yang digelar di Semarang, Kamis (29/1/2026), Bank UMKM membawa misi khusus yakni memperkenalkan potensi tersembunyi Salak Bangkalan ke kancah nasional.

Selama ini, pasar buah salak di Indonesia didominasi oleh varietas Salak Pondoh dan Salak Bali.

Padahal, Jawa Timur memiliki kekayaan hayati berupa Salak Bangkalan yang tak kalah unik.

Untuk mengangkat pamor buah ini, Bank UMKM menggandeng mitra binaannya, UD. Budi Jaya, sebuah unit usaha kreatif dari Bangkalan yang dimiliki oleh Saniyah.

Strategi Pendampingan dari Hulu ke Hilir

Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur, Irwan Eka Wijaya Arsyad, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyatakan keikutsertaan nasabah binaan dalam misi dagang ini merupakan bagian dari strategi pendampingan "hulu ke hilir" yang dijalankan perusahaan.

"Kami sengaja membawa Salak Bangkalan ke Semarang untuk membuktikan bahwa produk lokal yang selama ini dianggap kurang kompetitif bisa menjadi primadona melalui sentuhan inovasi. Kami ingin memastikan nasabah kami memiliki akses langsung untuk bertemu dengan pembeli potensial di luar daerah," jelas Irwan dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Jumat (30/1/2026).

Salak Bangkalan memiliki karakteristik yang berbeda dari jenis lainnya.

Jika salak pada umumnya dikenal dengan rasa manis pekat dan tekstur masir (kering), Salak Bangkalan cenderung memiliki rasa yang lebih segar, tidak terlalu manis, namun memiliki tekstur yang sangat berair (juicy).

Karakteristik inilah yang seringkali membuat buah segarnya kurang diminati untuk konsumsi langsung skala besar, namun justru menjadi bahan baku terbaik untuk produk olahan.

Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi

Di tangan Saniyah, Salak Bangkalan disulap menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Melalui brand UD. Budi Jaya, ia memproduksi Cokomat (Cokelat Salak Keramat), sebuah inovasi cokelat dengan isian buah salak yang memberikan sensasi rasa unik.

Selain itu, terdapat pula sirup salak dan selai salak yang memanfaatkan tekstur berair buah tersebut.

Keberhasilan produksi ini tidak lepas dari dukungan finansial Bank UMKM melalui skema Kusuma (Kredit untuk Semua Usaha).

Kusuma merupakan fasilitas kredit yang diberikan kepada masyarakat umum untuk kebutuhan modal kerja, investasi, maupun konsumsi, dengan persyaratan yang relatif sederhana sehingga mendukung inklusi keuangan di segmen usaha mikro dan kecil.

"Bank UMKM tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan bunga ringan melalui kredit Kusuma, tetapi juga sebagai mitra strategis yang membukakan pintu pasar," kata Irwan.

Boyong Usaha Batik Tulis

Tidak hanya sektor pangan, Bank UMKM juga memboyong Jokotole Collection, usaha batik tulis Madura milik Uswatun Hasanah.

Sebagai nasabah tabungan Bank UMKM yang setia, Uswatun menunjukkan bahwa produk kriya Bangkalan memiliki daya saing estetika yang tinggi.

Kehadiran batik tulis dengan warna-warna berani dan motif khas Madura ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon investor dan buyer di Jawa Tengah.

Misi Dagang Pemprov Jatim

Sebagai informasi  Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan kerja sama perdagangan dan investasi melalui misi dagang dengan Pemprov Jawa Tengah yang berhasil membukukan transaksi sementara senilai Rp 2,9 triliun.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Semarang, Rabu, menjelaskan bahwa kegiatan misi dagang dan investasi itu merupakan yang pertama kali dilakukannya di Jateng.

Dalam forum tersebut dilakukan penandatanganan kerja sama dua daerah, sekaligus mempertemukan para pelaku usaha, yakni 108 pelaku usaha dari Jatim dan 110 pelaku usaha dari Jateng.

Dari transaksi tersebut, Jatim mencatatkan total penjualan senilai Rp 2,658 triliun, pembelian mencapai Rp 184 miliar, serta terdapat komitmen investasi sebesar Rp 96 miliar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.