SURYA.CO.ID, SUMENEP - Persiapan ajang lari bergengsi RS BHC Run 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), memasuki babak akhir. Panitia penyelenggara terus mematangkan koordinasi lintas sektor, demi kelancaran acara yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2/2026) mendatang.
Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Daerah, kepolisian hingga tim medis. Tujuannya satu: memastikan keamanan dan kenyamanan ribuan pelari yang akan memadati rute lomba.
Manajer Humas dan Marketing RS BHC, Sandra Rahestri mengungkapkan bahwa persiapan teknis maupun non-teknis sejauh ini berjalan sangat optimal.
"Secara umum persiapan sudah mencapai sekitar 80 persen. Rapat koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh unsur siap saat hari pelaksanaan," ujar Sandra dalam keterangan resminya kepada SURYA.co.id, Jumat (30/1/2026).
Beberapa poin utama yang menjadi fokus panitia saat ini meliputi:
Tak hanya sekadar ajang olahraga, RS BHC Run 2026 menarik perhatian besar berkat total hadiahnya yang mencapai Rp 1 miliar. Angka ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para atlet maupun komunitas lari di Jawa Timur.
Panitia menyediakan tiga kategori lomba yang bisa diikuti oleh berbagai kalangan:
Selain mempromosikan gaya hidup sehat, ajang ini mengusung konsep sport tourism. Panitia ingin peserta tidak hanya berlari, tetapi juga menikmati pesona alam khas Pulau Madura.
"Ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan. Kami ingin memberikan dampak positif bagi pariwisata lokal," tambah Sandra.
Dengan dukungan penuh lintas sektor, RS BHC Run 2026 diharapkan menjadi ikon baru olahraga massal yang mampu mendongkrak popularitas pariwisata di Madura.