Jakarta (ANTARA) - Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K) mengatakan dianjurkan untuk mandi air hangat setelah kehujanan.

Hal itu dilakukan untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur dan menjaga suhu tubuh tidak kedinginan.

“Langsung mandi, apalagi airnya air hangat, itu malah menyegarkan, dan juga membuang berbagai yang kotor-kotor di badan kita,” kata Anggraini dalam webinar bersama IDAI yang diikuti di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan jika anak-anak terlanjur kehujanan di jalan atau harus melewati banjir, bisa langsung dibersihkan atau dimandikan air hangat untuk membantu membersihkan kotoran dan lumpur.

Selain mandi setelah kehujanan di jalan, sesampainya di rumah segera mencuci tangan dan ganti baju kering seluruhnya, jika bisa langsung pakai pakaian yang hangat. Ia juga menyarankan untuk langsung mencuci baju yang kehujanan untuk menghilangkan kotoran.

Ia juga mengingatkan jika akan melewati daerah yang hujan atau banyak genangan air, pastikan memakai alas kaki yang tertutup dan berbahan karet. Bagi anak-anak dan dewasa untuk tidak lupa selalu menyediakan jas hujan, pakaian hangat dan payung selama musim hujan.

“Kita tahu kalau ada lewat di genangan air, paling baik adalah sepatu tertutup. Syukur-syukur bisa dari karet, karena itu sangat membantu, tidak ada berbagai kuman akan masuk,” katanya.

Anggraini mengatakan meskipun bermain hujan membuat anak ceria, dan juga dikatakan dapat membentuk imun, namun harus tetap waspada karena kelembaban air hujan yang tinggi hingga 90 persen.

Selain itu, perubahan suhu yang lebih rendah serta genangan air dapat menciptakan lingkungan hidup untuk mikroorganisme. Air hujan, kata Anggraini, juga terdapat berbagai zat kimia, terlebih di kota besar yang bisa mengandung karbon, asam nitrat atau asam sulfa dari polusi udara yang bisa mengganggu kesehatan.

Ia juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi atau menampung air hujan untuk minum karena kandungan kalsiumnya yang tidak baik untuk tubuh, salah satunya bisa menyebabkan gigi cepat rusak.