BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA – Ketimpangan sosial, ancaman kelaparan, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan nyata yang dihadapi sebagian masyarakat Indonesia, terutama di wilayah pedesaan.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berdiam di ruang kelas, tetapi turun langsung menghadirkan solusi di tengah masyarakat.
Isu tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan Bakti Sosial 2026 yang akan digelar Himpunan Mahasiswa Bisnis Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) di Desa Aluh-aluh Besar, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada Sabtu, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Firdaus menyebut, masyarakat memiliki peran sentral dalam pembangunan bangsa.
Namun hingga kini, berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan masih menjadi tantangan serius.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan modernisasi, masih banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Ketimpangan sosial seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan ekonomi masih menjadi hambatan utama,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Firdaus menambahkan, berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), jutaan masyarakat Indonesia masih menghadapi ancaman kelaparan dan kekurangan gizi.
Situasi tersebut semakin diperparah oleh perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, serta rendahnya tingkat pendidikan di sejumlah wilayah.
Tak hanya itu, ketimpangan gender dan lemahnya sistem perlindungan sosial juga dinilai memperberat upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Karena itu, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan berdampak nyata,” katanya.
Sebagai bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Himpunan Mahasiswa Bisnis Poliban berkomitmen mengambil peran melalui program bakti sosial.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai kepedulian sosial secara langsung.
Dalam pelaksanaannya, bakti sosial ini akan diisi dengan pembagian paket sembako serta pemeriksaan kesehatan gratis, yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya bersifat bantuan sementara, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat,” ujar Firdaus.
Mengusung tema “Bergerak Bersama, Menghadirkan Manfaat yang Lebih Bermakna”, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, sekaligus menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami meyakini kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata dapat memberi manfaat luas, baik berupa bantuan materi maupun non-materi seperti edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)