TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rombongan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Riau tiba di Pekanbaru, Kamis (29/1/2026) siang. Mereka disebut Asisten I Sekdaprov Riau Zulkifli Syukur di VIP Lancang Kuning Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
Rombongan atlet NPCI Riau ini tidak hanya membawa prestasi yang membanggakan. Namun juga memborong emas pada Event Asean Para Games 2025 Ke-13 di Nakhon Ratchasima (Korat) Thailand.
Kebahagiaan jelas tampak dari wajah mereka. Kebanggaan juga terpancar dari air muka mereka. Itu ditujukkan dengan medali yang sengaja dikalungkan.
Larut dalam suasana suka cita, para atlet NPCI Riau berbaur dengan pengurus menyantap makan siang.
Kebahagiaan tampak dari wajah para atlet NPCI Riau yang berhasil meraih medali pada ajang Asean Paragames di Thailand. Wajah-wajah sumringah itu semakin lengkap dengan kalungan medali di leher.
Syuci Andriani atlet cabor Renang mengaku sangat senang dengan prestasi yang ia capai. Meskipun ada satu nomor yang gagal dipertandingkan.
"Alhamdulillah dapat satu emas dan tiga perunggu," ujarnya.
Syuci mengaku menargetkan dua medali emas. Namun satu nomor yakni gaya kupu-kupu 200 meter tidak ada pesertanya.
" Jadinya di alihkan ke nomor lain. Tapi Alhamdulillah dapat juga satu emas," ungkap Suci.
Baca juga: Modus Top Up Kredit Berujung Motor Raib, Dua Kolektor Leasing di Pekanbaru Ditangkap
Baca juga: VIRAL Dugaan Pesta LGBT di Pekanbaru, Aparat Gabungan Datangi Paragon
Dikatakan Syuci, ia banyak mengucapkan syukur karena masih diberikan kesempatan. Ia mengaku akan terus berlatih untuk memberikan yang terbaik.
' Terus berlatih terbaik, memaksimalkan potensi yang dimiliki. Tentu ada target kedepan untuk kekuatan Internasional lainnya, " ungkap Syuci.
Kebahagian serupa juga tampak dari Helin Wardina atlet NPCI Riau cabor Atletik. Spesialis sprint ini meraih dua medali emas.
" Sudah sesuai dengan target dua medali emas," ujarnya.
Helin mengaku bahwa capaian prestasinya itu tidak terlepas dari latihan yang dijalani. Menurutnya, sebelum mengikuti pelatnas, ia lebih dulu melaksanakan latihan mandiri.
" Dorongan selama latihan mendiri sebelum pelatnas menambah percaya diri. Jadi siap untuk mengikuti even Asean Paragames," ujarnya.
Terkait dengan kemungkinan bonus yang akan diterimanya, Helin mengaku akan menggunakannya untuk membangun rumah.
Kemudian ia juga berencana untuk memberangkatkan umroh orangtuanya." Nanti ( bonus ) dipakai untuk memberangkatkan umroh orangtua. Semoga saja itu jadi rencana yang bisa tercapai," ujarnya sumringah.
Kebahagian serupa juga disampaikan oleh Zaki Zukarnain atlet cabor renang peraih 4 medali emas dan tiga perunggu.
Zaki mengaku sangat bersyukur dengan medali yang ia dapatkan. Menurutnya, dukungan istri menjadi motivasi yang positif.
" Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih kepada keluarga, kepada istri kepada pelatih saya atas capaian pretasi ini," ujarnya
Zaki juga menyampaikan terimakasih atas sambutan yang ia terima saat kembali ke Pekanbaru. Soal target, Zaki mengaku sudah melampaui dari yang ia rencanakan.
Alhamdulillah jauh melampaui target. Saya dapatkan empat emas," ungkapnya ditemui usai cermonial penyambutan di VIP Lancang Kuning Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).
Ia mengucapkan syukur dan terimakasih kepada pelatih, manajer dan semua pihak yang terlibat. Terutama juga buat istrinya.
" Medali ini saya persembahkan buat istri saya," ujar Zaki sumringah.( Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)
Kado Terindah Zaki Zulkarnain
Zaki Zulkarnain, peraih empat medali emas dan tiga medali perak mengakui bahwa pretasi yang ia raih tak lepas dari doa istrinya.
Baginya, medali yang ia dapatkan menjadi kado terindah. Dikatakannya, jelang dua hari keberangkatan ke Thailand, istrinya melahirkan.
"Dari solo ( pelatnas) saya pulang ke Pekanbaru. Istri saya melahirkan. Setelah anak saya lahir, saya langsung berangkat ke Thailand," ungkapnya.
Peristiwa istrinya melahirkan itu menurut Zaki mengingatkannya pada ajang Perpanas tahun 2024 lalu. Dikatakannya, bahwa saat itu istrinya juga melahirkan anak kedua.
" Itu satu Minggu sebelum Peparnas. Istri saya melahirkan. Dan kini juga kejadian yang serupa," ungkapnya.
Namun, anak kedua Zaki meninggal dunia. Karena itu ia mengatakan saat ini mendapatkan pengganti. " Anak saya ada tiga. Yang pertama umur 4 tahun, yang kedua meninggal dunia dan ketiga baru usia dua Minggu," bebernya.
Karena itu, pretasi yang ia raih ini ia persembahkan bagi istrinya. Kemudian kepada keluarganya. " Ini doa istri saya. Diberikan pengganti. Dan tentu saja saya persembahkan untuknya," ujar Zaki
Zaki juga telah berniat sejak awal jika nanti mendapatkan prestasi dan diberikan apresiasi bonus, maka ia akan berangkatkan haji orangtuanya
Menurut Zaki niat tersebut sudah menjadi targetnya sejak sebelum ia mengikuti even Asean Paragames.
" Saya akan berangkatkan haji plus bapak. Itu sudah niat sejak awal, " ungkapnya.
Saat bertanding, Zaki mengaku sudah percaya diri. Hal itu sudah dibangun saat latihan dan di pelatnas. Ia mengakui bahwa ia tidak memikirkan kalah menang.
"Saya sudah siap. Jadi saat bertanding saya kerahkan kemampuan terbaik. Jadi saat tanding saya sudah siap," ujarnya.
Menurut Zaki, satu lawan beratnya adalah atlet dari Malaysia. Ia hanya bisa finis diurutan kedua dan meraih perak.
" Jaraknya hanya satu detik saja," ungkap Zaki.
Terkait hasil tersebut, Zaki mengaku siap untuk kembali tampil dan bertemu lagi dengan atlet Malaysia yang telah mengalahkannya.
" Saya akan terus berlatih. Meningkatkan performa. Suatu saat bertemu lagi ( dengan atlet Malaysia) saya sudah siap," bebernya.
Capaian atlet NPCI di ajang internasional itu pun diapresiasi pemerintah provinsi Riau. Melalui Asisten I Sekdaprov Riau Zulkifli Syukur, Pemprov akan mendorong NPCI Riau terus memberikan prestasi gemilang.
Atas nama Provisi Riau kami sampaikan apresiasi pada para atlet. Tentu saja ini prestasi yang luar biasa," ungkap Asisten I Sekdaprov Riau, Zulkifli Syukur usai sermonial penyambutan di VIP Lancang Kuning Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
Dikatakannya, ini tidak hanya prestasi Riau namun juga prestasi nasional. Bahkan ini juga ajang Internasional yang membanggakan.
" Pemerintahan Provinsi tentu terus mendorong agar atlet akan terus memberikan prestasi. Dan tentu perhatian juga akan diberikan," ungkapnya. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)