Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Pemerintah kembali mengalokasikan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam jumlah besar untuk Provinsi Bengkulu pada tahun 2026.
Total anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp3,83 triliun guna mendorong pertumbuhan UMKM, dengan sejumlah syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi calon penerima.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu mencatat plafon KUR 2026 mencapai Rp3,83 triliun, dengan target menjangkau 28.981 debitur.
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, mengatakan besaran plafon tersebut relatif sejalan dengan realisasi penyaluran pada tahun sebelumnya.
“Kami sudah menerima plafon KUR untuk 2026 di Provinsi Bengkulu. Nilainya hampir sama dengan tahun lalu, berada di kisaran Rp3,5 triliun hingga Rp3,8 triliun, khusus untuk Bengkulu,” ungkap Irfan saat dihubungi TribunBengkulu.com di Bengkulu, Sabtu (31/1/2026) pukul 10.45 WIB.
Penyaluran KUR di Bengkulu pada 2026 masih didominasi oleh skema konvensional, dengan total plafon mencapai sekitar Rp3,33 triliun.
Baca juga: NPL KUR Bengkulu Naik Tipis di 2025, OJK Pastikan Masih dalam Batas Aman
Dari jumlah tersebut, KUR Mikro menjadi porsi terbesar dengan alokasi Rp2,05 triliun, menegaskan fokus pembiayaan pemerintah pada pelaku usaha mikro.
Sementara itu, KUR Kecil memperoleh plafon sebesar Rp1,27 triliun.
Adapun KUR Super Mikro mendapat alokasi relatif terbatas, yakni sekitar Rp78,5 juta.
Selain itu, terdapat alokasi sebesar Rp1 miliar yang diperuntukkan bagi sektor Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Melalui skema konvensional ini, pemerintah menargetkan penyaluran kepada 27.015 debitur.
Jumlah tersebut terdiri dari 14.667 debitur baru dan 12.348 debitur graduasi, atau pelaku usaha yang diproyeksikan naik kelas.
Selain skema konvensional, KUR berbasis syariah di Bengkulu memiliki plafon sebesar Rp507,2 miliar.
Meskipun porsinya lebih kecil, pola penyaluran pada skema ini menunjukkan karakteristik yang berbeda.
Pada KUR syariah, alokasi terbesar justru berada pada KUR Kecil sebesar Rp364 miliar.
Alokasi tersebut disusul KUR Mikro sebesar Rp141,8 miliar, serta KUR Super Mikro sebesar Rp1,45 miliar.
Penyaluran KUR syariah ditargetkan menjangkau 1.966 debitur.
Dari jumlah tersebut, debitur baru mendominasi dengan target sebanyak 1.625 orang, sementara debitur graduasi ditargetkan sebanyak 341 debitur.
Secara umum, strategi penyaluran KUR 2026 di Bengkulu diarahkan pada penguatan usaha mikro melalui skema konvensional, serta pengembangan usaha kecil melalui skema syariah.
Dengan target hampir 29 ribu debitur, pemerintah berupaya memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong transformasi pelaku UMKM agar naik kelas.
Irfan berharap penyaluran KUR ke depan tidak hanya optimal dari sisi nominal, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pembiayaan.
Ia juga berharap KUR dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan UMKM serta perekonomian daerah.
Upaya tersebut turut diperkuat dengan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM.
Regulasi ini diharapkan dapat menjawab berbagai kendala klasik UMKM, mulai dari keterbatasan akses modal, persyaratan perbankan yang kompleks, hingga risiko kredit bermasalah.
Untuk melakukan daftar online KUR BRI 2025 di laman kur.bri.co.id, kalian harus memiliki akun terlebih dahulu.
Jika sudah memiliki akun barulah sihlakan login menggunakan akun tersebut lalu mengisi data yang diminta.
Apabila terjadi kendala saat mendaftar KUR BRI 2025 secara online, segera datangi kantor cabang BRI terdekat untuk melakukan pendaftaran secara online.
Demikian informasi lengkap KUR BRI 2025 yang sudah dibuka dan pemilik KTP yang memenuhi syarat KUR Mikro bisa ajukan KUR BRI 2025 dengan cicilan rendah.
Program KUR BRI (Kredit Usaha Rakyat Bank Rakyat Indonesia) memiliki banyak manfaat bagi pelaku usaha kecil dan mikro di Indonesia. Beberapa manfaat utama dari KUR BRI antara lain:
Akses Pembiayaan yang Mudah: KUR BRI memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha kecil dan mikro.
Persyaratan untuk mengajukan KUR relatif lebih sederhana dibandingkan dengan pinjaman komersial lainnya, sehingga memudahkan pelaku usaha untuk mendapatkan dukungan dana untuk mengembangkan usaha mereka.
Program KUR BRI menawarkan suku bunga yang rendah, yang bisa lebih terjangkau dibandingkan dengan pinjaman komersial biasa.
Bahkan, dalam beberapa kasus, suku bunga dapat disubsidi oleh pemerintah untuk meringankan beban pembayaran bunga bagi peminjam.
Sebagian besar KUR BRI bersifat tanpa agunan, yang berarti para peminjam tidak perlu memberikan jaminan atau agunan dalam bentuk aset tertentu.
Hal ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang tidak memiliki agunan atau jaminan yang cukup untuk memperoleh pinjaman.
KUR BRI dapat digunakan untuk berbagai keperluan usaha, termasuk modal kerja, pembelian peralatan, renovasi atau ekspansi usaha, pembelian bahan baku, dan lain sebagainya.
Dengan akses pembiayaan yang terjangkau, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usaha mereka.
Program KUR BRI merupakan salah satu bentuk dukungan perbankan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Dengan memberikan dukungan finansial kepada UMKM, program ini membantu meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Dalam banyak kasus, KUR BRI juga memberikan dukungan dan bimbingan kepada peminjam dalam mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.
Ini dapat berupa pelatihan manajemen, konsultasi bisnis, atau pendampingan untuk membantu pelaku usaha mengoptimalkan penggunaan dana pinjaman dan meningkatkan kinerja usaha mereka.
Dengan manfaat-manfaat tersebut, KUR BRI berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM, memperkuat ekonomi lokal, dan membantu menciptakan lapangan kerja di Indonesia.
Mikro Business Supervisor BSI Bengkulu, Dicky Syafrandika, menjelaskan pengajuan KUR BSI dapat dilakukan melalui kantor cabang BSI terdekat.
Calon nasabah terlebih dahulu menyampaikan permohonan pembiayaan dengan melengkapi dokumen administrasi yang dipersyaratkan.
"Syarat utama pengajuan KUR BSI adalah calon debitur merupakan pelaku usaha, bukan pegawai bergaji tetap. Usaha harus sudah berjalan minimal enam bulan dan memiliki legalitas usaha," kata Dicky.
Setelah berkas pengajuan diterima, pihak BSI akan melakukan proses verifikasi dan analisis kelayakan usaha.
Tahapan ini mencakup survei lapangan untuk menilai aktivitas usaha, kemampuan pembayaran, serta kesesuaian pembiayaan dengan kebutuhan nasabah.
Selain KUR usaha, BSI juga memiliki produk KUR Kepemilikan Perumahan (KUR KPP) yang ditujukan bagi pelaku UMKM yang belum memiliki rumah dan kesulitan mengakses KPR subsidi.
Penilaian KUR KPP dilakukan berdasarkan pendapatan rata-rata usaha, bukan penghasilan tetap bulanan.
Untuk batas usia, pengajuan KUR BSI dapat dilakukan oleh nasabah berusia minimal 21 tahun.
Sementara itu, usia maksimal saat pengajuan adalah 60 tahun, dengan batas usia maksimal 65 tahun pada saat pembiayaan berakhir.
"BSI berharap penyaluran KUR dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tukasnya.