Kabar Gembira TPP ASN Pemkab Tana Tidung Hanya Dipangkas 20 Persen, Awalnya 40 Persen 
January 31, 2026 06:47 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di lingkungan Pemkab Tana Tidung mendapat angin segar terkait potongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diberlakukan di tahun 2026 ini.

Pemkab Tana Tidung akhirnya menurunkan besaran pemotongan TPP bagi ASN dari rencana awal 40 persen menjadi 20 persen, keputusan ini diambil setelah dilakukan perhitungan ulang kondisi keuangan daerah.

Sebelumnya, Pemkab Tana Tidung berencana melakukan pemotongan TPP sebesar 40 persen dari pendapatan tambahan yang diterima oleh ASN.

Pemotongan TPP ini dilakukan buntut adanya Inpres nomor 1 tahun 2025 yang membahas terkait adanya keputusan efesiensi anggaran di setiap wilayah.

Baca juga: Wabup Tana Tidung Pastikan Akan Potong TPP ASN yang Tidak Masuk Kantor

Dampaknya, Pemkab Tana Tidung menjadi salah satu daerah dengan potongan TKD terbesar yang mencapai hingga hampir 50 persen dari yang diterima di tahun sebelumnya.

Sehingga untuk mengatasi permasalahan kurangnya anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terpaksa harus memangkas sebagian TPP yang akan diberikan kepada setiap ASN.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyampaikan sebelumnya pemerintah daerah telah membuat perhitungan anggaran berdasarkan posisi APBD dan Transfer ke Daerah (TKD) yang dimiliki.

“Sebelumnya kan saya sempat menghitung dengan gambaran posisi APBD kita. TKD kita sekitar Rp 500 miliar lebih dan kita hitung-hitung ada hampir sekitar Rp 700 miliar, karena kita ada program kegiatan yang lain-lainnya,” ujar Ibrahim Ali kepada TribunKaltara.com, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, beban anggaran tersebut juga mencakup pembiayaan DPRD serta sejumlah program prioritas yang merupakan janji politik dirinya bersama Wakil Bupati Tana Tidung.

Baca juga: TPP ASN Pemkab Bulungan Kaltara Naik Mulai Bulan ini, Bertugas di Daerah Terpencil Lebih Besar

“Belum lagi pembiayaan teman-teman di DPRD dan kemudian program-program yang menjadi prioritas janji politik saya dengan Pak Wabup,” jelasnya.

Namun, setelah realisasi anggaran berjalan, Pemkab Tana Tidung menemukan adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang masih tersisa.

“Nah kemarin itu baru terlihat ternyata SiLPA kita ada kelebihan sedikit,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi tersebut, Ibrahim Ali menilai rencana pemotongan TPP ASN sebesar 40 persen terlalu besar. Pemerintah daerah pun kembali melakukan perhitungan ulang sebelum mengambil keputusan final.

“Akhirnya kita melihat potongan TPP ASN kita yang mencapai 40 persen itu terlalu tinggi dan setelah kita berhitung kembali, kita putuskan potongan TPP hanya 20 persen dulu,” katanya.

Ia menegaskan, pemotongan TPP tetap dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian fiskal daerah, namun tidak sebesar rencana awal.

ILUSTRASI- Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung.
ILUSTRASI- Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung. (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)

“TPP tetap dipotong, tapi tidak sampai 40 persen seperti sebelumnya yang kita rencanakan, hanya 20 persen saja,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati TanaTidung memastikan besaran TPP ASN di Kabupaten Tana Tidung masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Utara.

“Meskipun ada potongan, tapi TPP kita masih yang tertinggi lah di Kaltara, saya yakin itu. Silakan saja dibandingkan, baik untuk eselon IV maupun eselon III, kita masih yang tertinggi di Kalimantan Utara,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.