TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Terungkap nasib pencuri motor Harley Davidson Iron 883 hitam di Bandar Lampung.
Motor tersebut dicuri saat terparkir di halaman kantor Biro Jasa Jalan Ahmad Yani (dekat Tugu Adipura), Kota Bandar Lampung, Kamis (29/1/2026). Ketika itu pemiliknya sedang belajar mengemudikan mobil.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto membenarkan bahwa pihaknya sudah membekuk pencuri motor Harley Davidson milik warga Panjang tersebut.
"Kami telah membekuk pelaku pencuri motor Harley Davidson tersebut kemarin dan saat ini telah diamankan di kantor polisi guna penyelidikan," kata Kompol Gigih Andri Putranto, Sabtu (31/1/2026).
Namun, Gigih belum bersedia soal motif pelaku nekat mencuri motor Harley Davidson Iron 1883 hitam ini. Termasuk proses penangkapannya.
Sebab, menurut Gigih, pihaknya masih mendalami perkara pencurian motor mewah tersebut.
Korban, Zaky Arifin warga Kecamatan Panjang, Bandar Lampung kehilangan motor Harley Davidson hitam di halaman parkir biro jasa di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandar Lampung pada Kamis (29/1/2026) pukul 16.17 WIB.
Ketika itu Zaky tengah belajar mengemudikan mobil di biro jasa tersebut. "Saya sampai ke biro jasa untuk belajar (nyopir) mobil pada pukul16.30 WIB dan selang 10 menit saya pergi maling itu ambil motor saya," kata Zaky, Jumat (30/1/2026).
Pihaknya menduga maling yang mengenakan helm, celana pendek serta baju flanel tersebut sudah menduplikasi kunci motor. Sehingga dengan leluasa mengambil motor Harley Davidson tersebut.
"Kami berharap semoga secepatnya polisi bisa menangkap pelaku dan menemukan Harley Davidson saya," tukas Zaky.
Petugas parkir Asep mengatakan, ada orang menghampirinya dan berkata ingin mengambil motor korban. "Pelaku sempat menunjukkan kuncinya makanya saya percaya saja," ucap Asep.
Kemudian pelaku langsung tancap gas ke jalan raya. "Kalau dari CCTV minimarket pelaku itu naik ojek dengan ciri-cirinya sepantaran pemilik pakai helm," ujarnya.
Korban setelah selesai belajar menyetir mobil bertanya keberadaan motornya yang tak ada lagi di tempat."Saya bilang bukannya sudah diambil temennya, dia bilang belum," kata Asep.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)