Bupati Siak Tinjau Bordes Lantai II Tangsi Belanda yang Runtuh, Pastikan Seluruh Korban Ditangani
January 31, 2026 08:15 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Afni meninjau langsung lokasi runtuhnya bordes lantai II bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Sabtu (31/1/2026).

Dalam kunjungan itu, Afni juga memastikan kondisi para korban, yang mayoritas merupakan siswa sekolah dasar yang tengah melakukan kunjungan belajar.

“Begitu mendapatkan informasi, saya langsung menemani anak-anak yang jadi korban di ruang perawatan, memeluk dan menguatkan mereka sebelum orang tua datang. Kami ingin memastikan kondisi mereka secara detail,” kata Afni. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Lantai 2 Tangsi Belanda Siak Runtuh Saat Kunjungan Pelajar, Anak Histeris, Luka-luka

Baca juga: Kondisi Luka Siswa Siak Korban Tangga Tangsi Belanda Roboh, 10 Orang Dirawat di RSUD, Ini Daftarnya

Berdasarkan data terbaru hingga pukul 17.28 WIB, satu siswa atas nama Keisya Lutfi Latifatunnisa dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk pemeriksaan lanjutan.

Sebelumnya, Afni turut mendampingi korban saat mendapatkan penanganan medis di RSUD Tengku Rafian Siak.

Sementara itu, lima siswa masih menunggu hasil pembacaan rontgen dengan keluhan cedera di bagian kaki dan kepala.

Tiga siswa lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan lanjutan di Puskesmas terdekat. Seorang guru pendamping juga telah kembali ke rumah.

Afni menjelaskan, total korban terdampak dalam peristiwa tersebut berjumlah 16 orang.

Dari jumlah itu, 10 orang sempat dirujuk ke RSUD Tengku Rafian, enam orang menjalani observasi dan dipulangkan, serta satu korban dirujuk ke Pekanbaru.

“Kondisi korban yang dirujuk Alhamdulillah stabil. Luka di kepala sudah ditangani dengan baik oleh tim dokter. Namun rujukan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi fisik secara menyeluruh, terutama organ bagian dalam,” ujarnya.

Peristiwa runtuhnya bordes terjadi saat siswa SD IT Baitul Ridho dari Kecamatan Lubuk Dalam berkumpul di satu titik di lantai dua bangunan.

Menurut Afni, struktur kayu pada bagian tersebut ambruk akibat penumpukan beban, meskipun bangunan itu sebelumnya telah direvitalisasi.

“Tentu penyebab pastinya akan diteliti lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” kata Afni.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Siak menutup sementara seluruh objek wisata cagar budaya dan museum yang memiliki lantai dua. Afni menyebutkan, sebagian besar bangunan tersebut telah berusia satu hingga dua abad dan memerlukan perhatian serius.

Ia juga mengungkapkan bahwa Forkopimda telah turun ke lapangan dan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Afni mengaku telah berkomunikasi dengan anggota DPR RI Karmila Sari yang meneruskan laporan tersebut kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, untuk meminta atensi khusus.

“Kami berharap Pemerintah Republik Indonesia memberi perhatian serius. Cagar budaya ini bukan hanya milik Kabupaten Siak, tetapi juga tanggung jawab negara,” ujarnya.

Afni menegaskan, kejadian ini bukan yang pertama terjadi di Tangsi Belanda.

Ia berharap insiden tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar semangat anak-anak untuk belajar sejarah dan budaya tidak berujung pada risiko keselamatan.

Selain penanganan medis, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing kepada para siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak trauma. Untuk sementara lokasi ditutup, namun semangat belajar mereka harus tetap kita jaga,” kata Afni.

Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan kondisi korban dan tindak lanjut penanganan bangunan cagar budaya tersebut. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.