TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Puluhan hektare tanaman padi di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kerusakan parah akibat serangan hama tikus. Serangan ini membuat para petani khawatir akan terjadinya gagal panen, Sabtu (31/1/2026).
Tanaman padi yang baru berusia sekitar satu bulan di wilayah Dusun Darungan, Desa Sruni, tampak rusak. Batang padi banyak yang patah, sementara sebagian lainnya mengering dan mati.
Salah satu petani, Muhammad Muklis, mengungkapkan lahan yang terdampak mencapai sekitar 30 hektare. Menurutnya, serangan hama tikus tidak hanya merusak padi, tetapi juga tanaman lain.
“Yang diserang itu tanaman padi, kacang, dan juga ketimun. Serangan tikus ini sudah terjadi sekitar tiga bulan, sejak masa tanam jagung. Waktu tanam jagung kemarin pun banyak yang gagal panen,” ujarnya.
Muklis menjelaskan, serangan tikus terjadi sejak awal masa tanam. Bahkan, padi yang baru berusia tiga hari sudah mulai dirusak, sehingga petani terpaksa melakukan tanam ulang.
Baca juga: Polres Jember Sidak LPG 3 Kg Jelang Ramadan, Cegah Kelangkaan dan Penimbunan
“Kalau padi diserang sejak masih sangat muda, akhirnya petani harus tanam ulang. Untuk ketimun, kalau buahnya sudah besar yang dimakan buahnya, tapi kalau masih kecil justru batangnya yang dimakan,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, banyak petani memilih menunda pemupukan. Mereka khawatir biaya pupuk menjadi sia-sia karena tanaman tetap habis dimakan tikus.
“Petani baru berani memupuk kalau padinya sudah tidak dimakan tikus,” katanya.
Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp 45.000, Petani Jember Pilih Panen Lebih Awal
Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk mengendalikan hama, mulai dari memasang umpan jagung bercampur racun di lubang-lubang tikus. Namun, cara tersebut dinilai belum efektif.
“Walaupun ada sebagian tikus yang mati, tapi masih banyak juga yang tetap memakan tanaman petani,” paparnya.
Hal senada disampaikan Suhada, petani lainnya. Ia menilai perilaku tikus yang menyerang tanaman padi terkesan merusak tanpa tujuan konsumsi penuh.
“Kadang tikus itu hanya memotong daun padi yang masih muda. Apalagi setelah dipupuk, daun jadi lebih hijau dan itu yang dimakan, akhirnya tanaman mati,” ungkap Suhada.
Para petani berharap adanya perhatian dan langkah penanganan yang lebih serius dari pihak terkait agar serangan hama tikus dapat dikendalikan dan ancaman gagal panen dapat diminimalkan.