TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT- Persatuan Olahraga Beladiri Ishikawa Karatedo Indonesia (Porbikawa) Sulawesi Utara (Sulut) semakin memantapkan langkahnya menghadapi tahun 2026.
Di bawah kepemimpinan Ketua Porbikawa Shihan Susanto Saada, Porbikawa optimistis mampu menggetarkan berbagai kejuaraan dan terus merajut prestasi di tingkat regional maupun Nasional.
Pembinaan dan pemantapan atlet Porbikawa Sulut dilaksanakan di Kiban Mapanget, dengan arahan langsung dari Dewan Guru Andi Nteya, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Sosok Stefany Mandey Peraih Medali Emas Karate Kontingen Minut Porprov Sulut, Karyawan Ritel Modern
Para atlet terus diasah kemapuannya agar bisa memiliki jiwa petarung, optimis dan menghadapi apapun.
Andi Nteya saat dikonfirmasi via whatsapp mengungkapkan keyakinannya bahwa Porbikawa Sulut akan terus berkembang dan berprestasi di bawah kepemimpinan Shihan Santo.
Ia mengungkapkan bahwa kehadirannya di Sulut dilandasi oleh besarnya potensi yang dimiliki daerah ini.
Bahkan, Sulut menjadi wilayah pertama berdirinya perguruan Porbikawa di kawasan Sulawesi.
Sementara itu, Ketua Porbikawa Sulut Susanto Saada menyampaikan bahwa dengan mengusung motto “Kasih Menembus Perbedaan”, Porbikawa hadir memberikan nuansa baru dalam dunia karate.
Seluruh anggota Porbikawa, kata dia, dipersatukan dalam semangat kebersamaan dan saling mendukung demi meraih prestasi bersama.
Sementara itu, salah satu anggota Bill Aldrich Maloho mengungkapkan mereka semua dilatih menjadi atlet yang berprestasi.
Bahkan, Bill mengaku mengikuti Porbikawa adalah keinginannya untuk bisa meraih prestasi dan membanggakan daerah Sulut.
"Senang bisa bergabung dengan Porbikawa Sulut, kita dilatih menjadi seorang atlet yang memiliki karakter seseorang juara dan mampu berprestasi," ujar Bill.
Bill mengungkapkan semoga kedepannya Porbikawa Sulut bisa meraih prestasi dan mengikuti berbagai kejuaraan.
Apa itu Porbikawa
Ilmu aliran PORBIKAWA pertama kali dibawa oleh seorang tentara Jepang bernama ISHIKAWA, pada saat pendudukan Indonesia oleh Jepang.
Didasari naluri ISHIKAWA sebagai seorang guru Karate, maka dia mengajarkan ilmunya pada pemuda pribumi.
Saat itulah ilmu aliran karate mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia, dan mungkin saat itulah pertama kali ilmu karate masuk Indonesia.
Sebuah ilmu beladiri yang sangat berbeda dengan aliran yang telah ada sebelumnya, sebagai contoh pencak silat atau kungfu.
Karena teknik Karate yang menghasilkan gerakan serangan, tangkisan dan sikap yang bagai halilintar ini, akhirnya menarik perhatian seorang pemuda bernama SOETIKNO WIJAYA untuk mempelajarinya.
Sebagai seorang yang telah mempelajari berbagai aliran beladiri sebelumnya, tentu akan sangat antusias jika melihat aliran beladiri baru, itulah yang terjadi pada Soetikno waktu itu. (FER)