Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ende tahun 2026 turun Rp 16 miliar dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ende menargetkan penerimaan daerah dari PAD sebesar Rp 140 miliar.
Dari target tersebut, Pemerintah Kabupaten Ende hanya mampu merealisasikan sebesar Rp 8 2,6 miliar atau 58,71 persen.
Sedangkan target PAD Kabupaten Ende tahun 2026 turun menjadi Rp 124 miliar.
Baca juga: Orasi Ilmiah Dr Yosefina : Guru Profesional Mengabdi dengan Ilmu dan Mendidik dengan Hati
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda optimis bisa menembus Rp 100 miliar dari target PAD tahun ini.
"Saya yakin 2026 ini kita akan tembus Rp 100 miliar, itu belum pernah terjadi Ende ini tembus Rp 100, dan saya yakin di tahun ini bisa tembus," tegasnya, Jumat (30/1/2026) sore di Stadion Marilonga.
Sektor terbesar penyumbang PAD, kata politisi PDI-P antara lain pasar, lapangan Pancasila, parkir serta sejumlah sumber lain yang berpotensi termasuk pajak sampah.
Salah satu sumber pendapatan yang akan menambah PAD yakni pemasangan tapping box di semua rumah makan di Kota Ende yakni perangkat elektronik yang dipasang pada sistem kasir (POS) di rumah makan untuk merekam semua transaksi penjualan secara real-time dan langsung mengirimkan datanya ke server pemerintah daerah.
Alat ini berfungsi memantau omzet guna memastikan pajak restoran yang dibayarkan sesuai dengan transaksi sebenarnya.
"Semua ini bagian dari kita membangun infrastruktur yang mendukung PAD kita," tegasnya.
Dijelaskannya, target PAD Kabupaten Ende tahun 2025 sebesar Rp 140 miliar karena ada hutang sebesar Rp 52 miliar.
"Jadi kita kan harus bayar, jadi kita harus naikkan PAD dan kita sudah bayar hutangnya Rp 40 milliaran, sisa Rp 8 miliaran saja," pungkasnya. (Bet)