Rokok Bikin Dompet Jebol, Menkes Minta Ibu Rumah Tangga Berani Tegur Suami
January 31, 2026 11:40 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti kebiasaan merokok dalam rumah tangga sebagai persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga.

Ia menilai, pengeluaran rutin untuk rokok kerap menjadi “beban tersembunyi” yang menggerus kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dasar.

Dalam pernyataan terbarunya, Budi secara terbuka mendorong peran ibu-ibu agar lebih berani dan tegas mengingatkan suami yang masih merokok, terutama ketika alasan kekurangan uang sering muncul saat kebutuhan rumah tangga tidak terpenuhi.

Rokok Dinilai Menggeser Prioritas Belanja Keluarga

Budi mencontohkan perbandingan sederhana antara harga rokok dan bahan pangan bergizi.

Menurutnya, satu bungkus rokok yang dikonsumsi dalam sehari memiliki nilai yang setara dengan kebutuhan pangan untuk seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Gugur di Longsor Bandung, Begini Sosok Rein Pasau di Mata Saudaranya, Ternyata Tulang Punggung

Ia menyebut, dengan nominal sekitar Rp30 ribu, keluarga sebenarnya bisa membeli satu bungkus telur ayam yang manfaatnya jauh lebih luas bagi kesehatan anak-anak.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi melalui unggahan media sosialnya pada Sabtu (31/1/2026).

Ia menilai, kondisi ekonomi sering dijadikan alasan ketika belanja dapur tidak tercukupi, padahal pengeluaran untuk rokok tetap berjalan setiap hari.

Asap Rokok Disebut Memicu Masalah Kesehatan Anak

Selain aspek ekonomi, Menkes juga menegaskan bahaya rokok terhadap kesehatan keluarga, khususnya anak-anak.

Ia menilai, banyak persoalan gizi dan kesehatan yang kerap disederhanakan sebagai masalah kemiskinan, padahal ada faktor lain yang kerap diabaikan.

Baca juga: Cek status Bansos 2026 Lewat HP! Pastikan Anda Masuk Penerima PKH, BPNT, PBI-JK Agar Tak Terlewat

Paparan asap rokok dari orang tua disebut menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan di lingkungan rumah tangga.

Budi mengingatkan bahwa risiko tersebut sudah tergambar jelas melalui peringatan kesehatan yang tercantum pada kemasan rokok.

Menurutnya, rokok tidak memberikan manfaat apa pun bagi keluarga, justru menyimpan berbagai risiko penyakit yang dapat berdampak jangka panjang.

Uang Rokok Bisa Dialihkan untuk Gizi Anak

Budi menekankan bahwa dana yang dihabiskan untuk rokok setiap hari seharusnya bisa dialihkan ke kebutuhan yang lebih produktif, terutama pangan bergizi seperti protein hewani.

Telur, misalnya, dinilai sebagai sumber protein terjangkau yang dapat dikonsumsi seluruh keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak.

Ia pun mendorong ibu-ibu untuk lebih aktif mengatur prioritas belanja rumah tangga demi kesehatan keluarga.

Baca juga: Cek status Bansos 2026 Lewat HP! Pastikan Anda Masuk Penerima PKH, BPNT, PBI-JK Agar Tak Terlewat

Menurut Budi, keberanian mengambil sikap dalam keputusan kecil sehari-hari dapat membawa dampak besar bagi masa depan anak.

Di akhir pernyataannya, Menkes menegaskan bahwa menjaga kesehatan keluarga merupakan tanggung jawab bersama.

Perubahan sederhana, seperti mengurangi rokok dan memperbaiki pola belanja, dinilai bisa menjadi langkah awal menuju keluarga yang lebih sehat dan sejahtera. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.