Polisi Usut Saham Gorengan yang Buat IHSG Anjlok Hingga 8 Persen
January 31, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Polisi mengusut maraknya saham gorengan di Indonesia hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dilibatkan dalam pengusutan saham gorengan ini.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri mengatakan pihaknya pun sudah mengusut sejumlah kasus serupa bahkan sudah ada yang di persidangan.

Beberapa kasus saham gorengan yang diusut Polisi sudah memasuki tahap P21 hingga sudah inkrah putusan pengadilan. 

Salah satu perusahaan saham gorengan yang sudah selesai diusut Polisi yakni PT Multi Makmur Lemindo serta eks karyawan PT BEI.

Kasus saham gorengan itu menyeret Mugi Bayu Pratama selaku eks Kepala Unit Evaluasi & Pemantauan Perusahaan tercatat 2 Divisi PP1 PT BEI dengan berkas terpisah/splitsing.

"Pasti (usut dugaan pidana saham gorengan) dan beberapa perkara terkait dimaksud sudah menjadi konsen penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri untuk ditangani dan bahkan sudah P21 serta sedang bergulir persidangannya saat ini," kata Ade Safri seperti dimuat Tribunnews.com pada Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Rombongan Bos OJK Mundur Usai IHSG Anjlok, Ada Apa?

"Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa," sambungnya.

Kasus itu telah inkrah berdasarkan putusan No 400/Pid.Sus/2025/PN Jkt.Sel dan 400/Pid.Sus/2025/PN Jkt.Sel, karena terbukti melanggar ketentuan pasal 104 Jo Pasal 90 huruf c UU 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Jo Pasal  55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan putusan masing masing pidana penjara 1 tahun 4 bulan dan denda dua milyar rupiah.

Lebih lanjut, Ade Safri belum bisa memberikan keterangan lebih jauh soal penyelidikan itu. Ia hanya memastikan, penyelidikan akan dilakukan secara transparan.

"Kami jamin penyidikan atas perkara aquo akan berjalan secara profesional, transparan dan akuntabel," tuturnya.

Indonesia digegerkan dengan anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga delapan persen pada Kamis (29/1/2026). 

Anjloknya harga IHSG tersebut diduga imbas dari peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) atas maraknya saham gorengan di Indonesia.

MSCI merupakan perusahaan riset asal Amerika Serikat yang menyediakan tool analisis portofolio dan berbagai indeks pasar saham global seperti MSCI Emerging Markets. 

MSCI World, dan MSCI All Country World Index, yang sering digunakan sebagai acuan oleh investor dalam mengukur kinerja pasar saham dan menyusun portofolio investasi.

Baru-baru ini MSCI mengumumkan akan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026. 

MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Keputusan MSCI ini membuat IHSG anjlok hingga delapan persen.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa meyakini jatuhnya IHSG karena maraknya saham gorengan.

Hal ini dipengaruhi oleh MSCI yang menilai masih adanya persoalan serius pada transparansi dan penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes.

Anjloknya IHSG ini membuat Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya. 

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir.

 

(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.