TRIBUNJABAR.ID - Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi alternatif untuk dana pensiun terus menunjukkan pertumbuhan.
Di tengah keterbatasan imbal hasil dari instrumen konvensional, aset digital seperti kripto mulai dipertimbangkan sebagai salah satu opsi diversifikasi dalam strategi perencanaan pensiun.
Tren ini tidak terlepas dari perubahan perilaku investor muda yang semakin terbuka terhadap teknologi dan inovasi finansial, serta keinginan untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.
Sebagai kelas aset yang relatif baru, kripto menawarkan sejumlah peluang menarik bagi investor jangka panjang. Salah satunya adalah potensi pertumbuhan nilai yang tinggi, terutama pada aset kripto dengan fundamental yang kuat dan tingkat adopsi global yang terus berkembang.
Baca juga: Benamkan Tuan Rumah Persis Solo, Persib Kian Kokoh di Puncak Klasemen Sementara
Selain itu, aksesibilitas menjadi keunggulan lain, karena investasi kripto dapat dimulai dengan nominal relatif terjangkau melalui platform digital.
Menanggapi tren ini, Resna Raniadi, COO Upbit Indonesia, mengatakan Upbit melihat semakin banyak generasi produktif yang mulai memikirkan dana pensiun sejak dini dan mencari alternatif investasi dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.
"Kripto kerap dilirik karena menawarkan akses yang mudah serta peluang imbal hasil yang menarik, terutama bagi investor yang memahami karakteristik aset digital,” ujar Resna, Sabtu (31/1/2026).
Risiko dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Di sisi lain, Resna menyebut investasi kripto juga memiliki risiko yang perlu dicermati, terutama terkait volatilitas harga serta perkembangan regulasi yang terus berjalan.
Sejalan dengan semakin aktifnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menggencarkan edukasi, pengawasan, dan penguatan kerangka regulasi aset digital melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan), investor diharapkan dapat semakin memahami risiko serta hak dan kewajibannya.
“Volatilitas menjadi karakteristik utama kripto, sehingga tidak ideal jika dijadikan instrumen tunggal untuk dana pensiun. Investor perlu memahami risikonya dan menghindari keputusan impulsif,” jelas Resna.
Baca juga: Tips Upbit Indonesia Bagi Para Investor Agar Tak Terjebak Volatilitas Bitcoin
Ia juga menambahkan pentingnya memastikan aktivitas investasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Investor sebaiknya menggunakan platform yang berizin dan diawasi regulator, serta mengikuti perkembangan regulasi agar investasi dapat dilakukan secara lebih aman,” kata Resna.
Mempertimbangkan Kripto untuk Dana Pensiun
Upbit Indonesia pun menekankan pentingnya pendekatan yang bijak dan teredukasi dalam mempertimbangkan kripto sebagai bagian dari perencanaan pensiun.
Beberapa praktik terbaik yang dapat diterapkan antara lain:
"Dengan pendekatan yang tepat, kripto dapat berperan sebagai pelengkap dalam perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun, selama tetap disertai pemahaman risiko dan pengelolaan yang disiplin," ujar Resna. (*)