Sosok GR Pelaku Pembunuhan Balita 4 Bulan di Cilacap, Jasad Mungil Tak Bernyawa Ditemukan di Karung
February 01, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Sosok GR, pelaku pembunuhan sekaligus kekerasan seksual terhadap seorang balita di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik.

Perbuatan keji tersebut menggemparkan warga sekitar dan meninggalkan duka mendalam.

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, disembunyikan di dalam sebuah karung.

Kasus kejahatan terhadap anak ini terungkap setelah seorang balita berusia 4 tahun berinisial EH dilaporkan hilang.

Belakangan diketahui, korban tidak hanya dibunuh, tetapi juga mengalami tindakan asusila.

Fakta lain yang terungkap, korban sempat diseret masuk ke dalam rumah oleh pelaku.

Baca juga: Aksi Kejam GR, Tak Cuma Bunuh Tapi Juga Lakukan Asusila ke Mayat Balita di Cilacap: Korban Diseret

GR (20) diketahui sempat berpura-pura tidak mengetahui apa pun terkait hilangnya EH.

Bahkan, ia ikut terlibat dalam pencarian setelah keluarga korban melaporkan EH hilang pada Jumat (30/1/2026).

EH sendiri diketahui menghilang sejak Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Selama proses pencarian, GR menunjukkan sikap seolah tidak mengetahui keberadaan korban, padahal belakangan terungkap bahwa dialah pelaku pembunuhan tersebut.

Jasad EH akhirnya ditemukan pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Kondisinya mengenaskan, terbungkus plastik hitam dan dimasukkan ke dalam karung.

Lokasi penemuan berada tak jauh dari rumah korban, tepatnya di sebuah rumah kontrakan milik tetangga.

Petugas kepolisian menemukan jasad korban sekitar pukul 06.00 WIB.

Karung berisi jasad tersebut disembunyikan di sudut kamar mandi, dekat septic tank rumah kontrakan tersebut.

Novi, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa pelaku ikut aktif dalam proses pencarian sejak Kamis malam.

Karena itu, tidak ada warga yang menaruh kecurigaan sedikit pun terhadap GR.

"Kami sudah nyari dari kemarin sore, sampai malam, sampai pagi. Terus ketemunya ya pagi ini, di rumah sini (tetangga korban-Red)," kata Novi.

Menurut Novi, rumah kontrakan yang menjadi lokasi penemuan jasad korban juga tidak menimbulkan kecurigaan.

Pasalnya, penghuni rumah tersebut justru ikut membantu pencarian korban sejak malam sebelumnya.

PEMBUNUHAN BALITA DI CILACAP - (Tribun Jateng/Rayka Diah Setianingrum)

"Semalam juga ikut nyari. Makanya nggak ada yang curiga. Kami ketok-ketok rumah satu-satu, tapi nggak kepikiran ke sini," katanya.

EH diketahui hilang sejak Kamis (29/1/2026) sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa keesokan harinya.

Kapolresta Cilacap Kombes Budi Adhy Buono memaparkan kronologi kejadian berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian.

Ia menjelaskan bahwa pada Kamis (19/1/2026), tersangka yang saat itu berada di rumah seorang diri berniat melakukan pencabulan terhadap korban.

"Tangan korban dipegang dan diseret masuk ke rumah, lalu pintu ditutup. Korban diperintah tersangka membuka pakaian dalam, namun korban tidak mau, menjerit dan menangis," kata Budi saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Sabtu (31/1/2026).

Teriakan korban membuat tersangka panik. Untuk menghentikannya, tersangka membekap mulut korban.

Setelah itu, korban dibawa ke kamar mandi dan kepalanya dibenamkan ke dalam ember hingga meninggal dunia.

Usai memastikan korban tewas, tersangka masih sempat melakukan tindakan asusila.

Jasad korban kemudian dibungkus dengan kantong plastik dan dimasukkan ke dalam karung.

Karung tersebut lalu diletakkan di bagian belakang rumah, tepatnya di dekat kandang burung dara, dan ditutup dengan asbes bekas untuk menyamarkan keberadaannya.

Sosok Pelaku

Menurut polisi tersangka GR merupakan seorang pengangguran yang kecanduan video dewasa.

Itu juga yang mendorong tersangka melakukan perbuatan keji terhadap bocah EH tersebut.

Ia menyebut GR terdorong hawa nafsu akibat sering melihat film dewasa.

"Motif tersangka melakukan perbuatan itu karena dorongan nafsu akibat sering menonton film dewasa melalui ponsel," ungkap Budi saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Sabtu (31/1/2026).

Budi mengatakan, tersangka berasal dari Kabupaten Purbalingga. Dia ikut orangtuanya merantau di Cilacap.

Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di permukiman padat penduduk.

"Tersangka warga Purbalingga, mengontrak rumah bersama orangtuanya di Cilacap," kata Budi.

Selama ini, kata Budi, tersangka tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.