Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Kelompok 69 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memperkenalkan inovasi nugget berbahan dasar jantung pisang melalui sebuah workshop di Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Posko KKM Kelompok 69.
Workshop ini secara khusus mengangkat pengolahan jantung pisang menjadi nugget yang diberi nama Nujapis.
Baca juga: Kali Cibanten Diresmikan Jadi Wisata Air, Suguhkan Edukasi dan Sejarah Banten
Selama ini, jantung pisang kerap dipandang sebagai bahan pangan sampingan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagian masyarakat hanya mengolahnya sebagai lauk tradisional, bahkan tidak jarang dibiarkan terbuang.
Padahal, jantung pisang memiliki kandungan gizi yang cukup baik, terutama serat, serta dikenal bermanfaat bagi ibu menyusui karena dapat membantu melancarkan produksi ASI.
Melalui inovasi nugget jantung pisang, mahasiswa KKM berupaya menghadirkan alternatif olahan pangan yang lebih modern dan variatif berbasis potensi lokal.
Selain mudah diperoleh di lingkungan Desa Sukamanah, olahan ini juga dinilai dapat menjadi pilihan makanan sehat dengan biaya produksi yang relatif terjangkau.
Koordinator kegiatan, Namira, menjelaskan bahwa workshop tersebut bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai potensi jantung pisang jika diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti jantung pisang dapat diolah menjadi makanan yang lebih variatif dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Workshop dikemas secara interaktif dengan praktik langsung pembuatan nugget jantung pisang, mulai dari pengolahan bahan baku, pencampuran adonan, pembentukan nugget, hingga proses penggorengan.
Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Ketua RT 001 RW 001 Desa Sukamanah, Oom Komarudin, memberikan apresiasi terhadap inovasi nugget jantung pisang yang diperkenalkan mahasiswa KKM.
“Kegiatannya bagus dan bermanfaat, terutama bagi ibu-ibu. Ini bisa menjadi inovasi produk pangan yang berpotensi dikomersialisasikan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Sejumlah peserta juga memberikan tanggapan setelah mencicipi nugget jantung pisang.
Bahan-bahan yang Dibutuhkan
Bahan utama dalam pembuatan nugget jantung pisang adalah jantung pisang segar.
Bahan pendukung lainnya meliputi tepung terigu, tepung tapioka, maizena, tepung panir, telur, wortel, keju, susu bubuk, dan daun bawang.
Untuk bumbu digunakan bawang merah, bawang putih, garam, gula, lada, ketumbar, penyedap rasa, serta asam jawa.
Air dan minyak goreng digunakan sebagai bahan penunjang selama proses pengolahan.
Cara Membuat Nugget Jantung Pisang
Proses pembuatan diawali dengan membersihkan jantung pisang, kemudian merebusnya bersama air, garam, asam jawa, dan sedikit minyak untuk mengurangi getah serta rasa sepat.
Setelah direbus, jantung pisang diperas hingga kadar airnya berkurang, lalu ditumis bersama bawang merah dan bawang putih hingga harum.
Selanjutnya, jantung pisang dihaluskan dan dicampur dengan tepung, bumbu, telur, serta bahan tambahan lainnya seperti wortel, keju, dan daun bawang.
Adonan yang telah tercampur rata kemudian dikukus selama kurang lebih 30 menit hingga matang.
Setelah dingin, adonan dipotong sesuai selera, dilapisi adonan tepung cair berbumbu dan tepung panir, lalu digoreng hingga berwarna keemasan.
Hasil akhirnya adalah nugget jantung pisang yang renyah di luar dan lembut di dalam, siap disajikan sebagai camilan sehat atau lauk pendamping.
Resep ini diharapkan dapat menjadi alternatif olahan kreatif berbahan lokal yang mudah dipraktikkan di rumah.