Kondisi Suderajat Usai Dituding Bohongi Dedi Mulyadi, Terindikasi Disabilitas, Istrinya Lebih Parah
February 01, 2026 03:37 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Suderajat (49), penjual es gabus dituding berbohong oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Suderajat mengaku tidak memiliki rumah dan saat ini tinggal di rumah kontrakan. Namun ternyata ia memiliki rumah di Kabupaten Bogor sejak belasan tahun lalu.

Pengakuan Suderajat itu kemudian membuat Dedi Mulyadi geram dan lantas menyebut penjual es gabus tersebut berbohong.

"Babe ngebohong ke saya. Ngebohong dia bilang ke saya dikasih warisan cuma Rp200 ribu, padahal dikasih rumah," omel Dedi ke Suderajat.

Usai disebut berbohong, kini kondisi Suderajat dibongkar oleh Tenny Ramdhani, camat wilayah tempat tinggal Suderajat di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tenny Ramdhani menegaskan bahwa informasi soal rumah Suderajat perlu dilihat secara utuh.

Baca juga: Sosok Cynthia Asisten Pribadi Reza Arap, Sering Disangka Punya Hubungan Khusus, Pegang Kendali Bos

Menurut Tenny, Suderajat memang memiliki rumah pribadi. Namun, rumah tersebut dalam kondisi rusak dan tengah menjalani rehabilitasi.

Perbaikan rumah dilakukan melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu dari pemerintah daerah.

Selama proses rehabilitasi berlangsung, Suderajat dan keluarganya terpaksa tinggal sementara di rumah kontrakan.

Tenny menyampaikan hasil asesmen resmi terkait kondisi ekonomi Suderajat.

“Dari hasil asesmen, Pak Suderajat sebagai warga kategori miskin. Dia memang punya rumah sendiri. Tapi saat ini rumahnya rusak dan sedang diperbaiki oleh Pemkab melalui program Rutilahu itu, sehingga dia tinggal sementara di kontrakan,” ujar Tenny kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan rumah tersebut sudah dimulai sejak Desember 2025.

Selain rusak, rumah Suderajat juga sempat roboh akibat hujan deras dan angin kencang di awal tahun.

Sejak kejadian itu, Suderajat bersama keluarganya tidak lagi menempati rumah tersebut.

Tenny menilai polemik yang berkembang muncul akibat informasi yang terpotong-potong.

Status tinggal di kontrakan kemudian disalahartikan sebagai kebohongan tanpa melihat konteks rehabilitasi rumah.

Di tengah berbagai tudingan dan cemoohan publik, hasil asesmen lintas instansi justru menemukan kondisi lain pada Suderajat.

Baca juga: Sosok Aisar Khaled, Beri Hadiah Umrah Gratis untuk Suderajat, Pedagang Es Gabus Sujud Syukur

Tenny menyebut adanya indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma.

“Lalu kemudian terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi verbal keduanya memang terbatas.

“Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah,” ungkapnya.

Baca juga: Sosok Erwan Setiawan, Wagub Jabar Dilaporkan Kasus Penipuan Rp 3 Miliar, Ngaku Dimanfaatkan

Pemerintah kecamatan berharap penjelasan ini dapat menghentikan spekulasi publik dan mengembalikan persoalan Suderaja pada konteks sebenarnya, yakni penanganan warga kurang mampu melalui program perbaikan rumah yang sedang berjalan.

Suderajat Dituding Berbohong

Sebelumnya, Suderajat curhat ke Dedi Mulyadi soal biaya kontrakan yang mahal, hal itu tayang dalam Youtube KDM.

Suderajat bercerita kalau tiap bulan ia rutin bayar kontrakan Rp850 ribu. Namun belakangan terkuak, ternyata Suderajat aslinya punya rumah sendiri.

Fakta itu diungkap Ketua RW tempat Suderajat sekeluarga tinggal.

"19 tahun, dari dulu (Suderajat) ngontrak?" tanya Dedi Mulyadi dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Youtube-nya, Jumat (30/1/2026).

RW tempat tinggal Suderajat blak-blakan mengaku Suderajat memiliki rumah sendiri.

"Enggak pak, rumah sendiri," kata Pak RW.

Baca juga: Sosok Adjie Pangestu Mantan Denada, Mendadak Disorot Seiring Kemunculan Ressa, Sempat Hampir Menikah

"Sekarang rumah sendiri?" tanya Dedi lagi.

"Rumah sendiri, karena udah dapat Rutilahu (bantuan renovasi) sebelum kejadian," ujar Pak RW.

Mendengar itu, Dedi Mulyadi sontak menggeprak meja karena merasa geram dibohongi Suderajat.

"Babe bilangnya ngontrak, bohong sih. Beh, kenapa babe bohong terus?" respon Dedi terkejut.

Suderjat langsung meminta maaf.

"Minta maaf, minta maaf," ucap Suderajat.

"Bukan urusan minta maaf. Babe enggak boleh bohong," timpal Dedi kesal.

Lebih lanjut, Pak RW pun mengurai cerita soal asal-usul rumah Suderajat.

Rupanya rumah tersebut adalah warisan dari orangtuanya yang sudah meninggal dunia.

Terkait dengan rumah tersebut, Suderajat bercerita kalau kondisinya sudah rusak.

Tapi Pak RW segera menimpalinya dan bercerita kalau rumah Suderajat memang sedang direnovasi atas bantuan dari pemerintahan desa di Rawapanjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

"Jadi babe itu rumah sendiri?" tanya KDM.

"Rumah sendiri pak," kata Pak RW.

"Tapi hancur rumahnya pak," timpal Suderajat.

"Ntar dulu, urusan hancur enggak hancur ntar dulu. Tanah sendiri itu dari siapa?" tanya KDM lagi.

"Dari bapaknya, dari orangtuanya," cerita Pak RW.

"Berarti dikasih tanah?" tanya KDM.

"Dibeliin rumah pak sama orangtuanya," pungkas Pak RW.

"Babe ngebohong ke saya. Ngebohong dia bilang ke saya dikasih warisan cuma Rp200 ribu, padahal dikasih rumah," omel Dedi ke Suderajat.

Sadar dibohongi Suderajat, KDM pun memberikan nasihat.

Kata KDM, Suderajat tidak sepatutnya mengurai kisah palsu demi dapat simpatinya.

Padahal faktanya Suderajat sudah dapat banyak bantuan dari orang-orang setelah kasusnya viral.

"Sama saya mah enggak ada masalah. Tapi babe berdosa sama orangtuanya. Orangtuanya udah kasih rumah, tapi sama babe bilangnya enggak dikasih rumah," pungkas Dedi Mulyadi.

Bohong soal 4 Bulan Nungak Uang Sekolah Anak

Sebelumnya, kepada KDM, penjual es kue berusia 50 tahun itu mengaku sedang pusing karena tak punya uang untuk bayaran sekolah anaknya.

Mendengar curhatan Suderajat, KDM pun meresponnya.

"Udah berapa hari enggak usaha (dagang)?" tanya Dedi Mulyadi.

"Udah empat hari. Saya mau nangis pak, mana mau bayaran, belum bayar ngontrak," kata Suderajat.

"Bayaran apa? bayar sekolah berapa?" tanya Dedi.

"Rp1,5 juta pak," pungkas Suderajat.

Tak lantas percaya, KDM kembali bertanya ke Suderajat.

Yakni terkait dengan kebenaran bayar sekolah.

Diketahui KDM, sekolah negeri di wilayah Bogor gratis.

Tapi kata Suderajat, anak-anaknya masih dimintai bayaran padahal sekolah di SD negeri.

"Kok gede banget?" tanya KDM.

"Empat bulan enggak bayar-bayar," akui Suderajat.

"Sebulannya katanya Rp200 ribu? harus dipastiin dulu. Saya yakin bukan sekolah negeri deh," imbuh KDM.

"Negeri," ujar Suderajat.

"Enggak mungkin pak sekolah negeri, SD bayar Rp200 ribu, enggak mungkin pak. Nanti saya cek deh sekolahnya," pungkas KDM.

Dicecar KDM, Suderajat gelagapan.

Hingga akhirnya ia mengaku bahwa anaknya belum bayaran sekolah selama satu bulan, bulan empat bulan seperti cerita awalnya.

"Satu bayar sekolah, emang udah berapa bulan enggak bayar?" tanya KDM.

"Satu bulan," ujar Suderajat.

"Bapak nih, empat bulan atau satu bulan (belum) bayar sekolah?" tanya KDM lagi.

"Sebulan," pungkas Suderajat.

"Berarti Rp200 ribu dong bukan Rp1,5 juta. Jangan ngarang. Gimana? kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau kitanya tidak jujur nanti banyak dapat susah dalam hidupnya," ungkap KDM.

Tak cuma itu, Suderajat juga mengaku punya utang di warung Rp400 ribu.

Selain itu, pria yang karib disapa Jajat itu juga mengaku butuh uang untuk modal usaha jualan es kue lagi sebanyak Rp400 ribu.

Mendengar permintaan Suderajat, KDM pun langsung memberikan uang gepokan Rp10 juta.

"Ini saya aturin, biar bapak beres. Ini bayar kontrakan setahun, setahun dikali Rp800 ribu berapa? Rp9,6 juta. Bayar sekolah Rp200 ribu, bayar ke warung Rp200 ribu. Pas Rp10 juta," ungkap KDM.

"Iya, iya," pungkas Jajat.

(Bangkapos.com/TribunnewsMaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.