TRIBUNGAYO.COM - Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah kabupaten kota di Aceh yang masuk tahap II dalam tahun 2026 kini dalam pembangunan fisik.
Sekolah Rakyat ini ditergetkan akhir tahun ini rampung dan anggaran dikuncurkan melalui APBN.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Melansir Kompas.com, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh.
Pembangunan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak.
"Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat," kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (31/01/2026).
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Provinsi Aceh dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan, yakni Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 dan Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2, dengan total nilai kontrak sekitar Rp 1,53 triliun.
Pendanaan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026.
Paket Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dalam kerja sama operasi (KSO).
Sementara itu, paket Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Kedua paket berada di bawah tanggung jawab Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU.
Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 tersebar di Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe.
Hingga 30 Januari 2026, progres fisik keseluruhan mencapai 2,81 persen.
Pekerjaan konstruksi dimulai pada 28 November 2025 dan ditargetkan rampung pada 25 Juli 2026 dengan nilai kontrak Rp 782,29 miliar.
Adapun Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 mencakup Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil.
Progres fisik paket ini tercatat sebesar 1,70 persen, dengan nilai kontrak Rp 757,05 miliar.
Pembangunan dimulai pada 18 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 14 Agustus 2026.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II merupakan kelanjutan dari program Tahap I yang telah menuntaskan 164 Sekolah Rakyat Rintisan pada 2025.
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektar yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Setiap sekolah dilengkapi fasilitas asrama siswa dan guru, ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, serta pusat pembelajaran digital.
Fasilitas penunjang lainnya meliputi kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, dan area hijau.
Bangunan Sekolah Rakyat juga dirancang dengan memperhatikan aspek mitigasi risiko bencana guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Melalui pembangunan ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Aceh.
Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi serta 102 kabupaten dan kota.
Program ini ditargetkan menampung sekitar 112.320 siswa dengan total 3.744 rombongan belajar (rombel), terdiri atas 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA.
Hingga 23 Januari 2026, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II secara nasional telah mencapai 4,56 persen.
Seluruh pembangunan ditargetkan selesai pada periode Juni hingga Agustus 2026 dan dapat dimanfaatkan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Baca juga: Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Haili Yoga Temui Menteri Sosial Gus Ipul