Siasat Licik Pelaku Pembunuhan Balita di Cilacap, Jasad Korban Disembunyikan Dekat Septic Tank
February 01, 2026 03:40 PM

TRIBUNBATAM.id - Pembunuhan keji dilakukan seorang pemuda berinisial GR (20) terhadap bocah berusia 4 tahun berinisial EH.

Kasus pembunuhan itu terungkap setelah korban ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik hitam di dalam karung tak jauh dari rumahnya, Jumat (30/1/2026) pagi.

Korban EH sempat dilaporkan hilang sejak Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Parahnya lagi pelaku GR pura-pura ikut mencari korban setelah dinyatakan hilang.

Petugas kepolisian yang pertama kali menemukan jasad korban di pojok kamar mandi dekat septic tank rumah kontrakan tetangganya sekitar pukul 06.00 WIB.

Tetangga korban yaitu Novi membeberkan siasat licik pelaku dalam mengelabui polisi.

Nvi menyebut pelaku ikut dalam pencarian korban sejak Kamis malam hingga membuat warga tak curiga sedikit pun.

"Kami sudah nyari dari kemarin sore, sampai malam, sampai pagi. Terus ketemunya ya pagi ini, di rumah sini (tetangga korban-Red)," kata Novi.

Menurut Novi, tidak ada yang mencurigakan dari rumah kontrakan lokasi ditemukannya jasad EH dalam karung tersebut, karena penghuni rumah kontrakan justru ikut dalam pencarian korban sejak Kamis malam. 

"Semalam juga ikut nyari. Makanya nggak ada yang curiga. Kami ketok-ketok rumah satu-satu, tapi nggak kepikiran ke sini," katanya.

Kapolresta Cilacap Kombes Budi Adhy Buono mengatakan, awalnya Kamis (19/1/2026) tersangka yang sedang di rumah seorang diri berniat mencabuli korban.

"Tangan korban dipegang dan diseret masuk ke rumah, lalu pintu ditutup. Korban diperintah tersangka membuka pakaian dalam, namun korban tidak mau, menjerit dan menangis," kata Budi saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Kecanduan Konten Porno, Pelaku Rudapaksa dan Bunuh Balita di Cilacap

Teriakan korban membuat tersangka panik.

Tersangka lalu membekap mulut korban agar tidak berteriak. 

Tersangka lalu membawa korban ke kamar mandi dan membenamkan kepalanya ke dalam ember hingga korban tewas.

Setelah itu, tersangka sempat mencabuli korban. 

Dia lalu membungkus korban dengan kantong plastik dan memasukkannya ke dalam karung.

Kemudian, karung tersebut diletakkan di belakang rumah, tepatnya di dekat kandang burung dara. 

Tersangka juga menutupi karung tersebut dengan asbes bekas.

Sosok Pelaku

Menurut polisi tersangka GR merupakan seorang pengangguran yang kecanduan video dewasa.

Itu juga yang mendorong tersangka melakukan perbuatan keji terhadap bocah EH tersebut.

Ia menyebut GR terdorong hawa nafsu akibat sering melihat film dewasa.

"Motif tersangka melakukan perbuatan itu karena dorongan nafsu akibat sering menonton film dewasa melalui ponsel," ungkap Budi saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Sabtu (31/1/2026).

Budi mengatakan, tersangka berasal dari Kabupaten Purbalingga. Dia ikut orangtuanya merantau di Cilacap.

Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di permukiman padat penduduk.

"Tersangka warga Purbalingga, mengontrak rumah bersama orangtuanya di Cilacap," kata Budi.

Selama ini, kata Budi, tersangka tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

Pelaku Cabuli Korban 

Pelaku GR, tetangga korban, diamankan Satreskrim Polresta Cilacap saat bersembunyi di wilayah Purbalingga pada Jumat (30/1/2026) sore.

Kapolresta Cilacap mengungkapkan, tersangka ditangkap sekitar pukul 17.30 WIB.

Dia kemudian langsung dibawa ke Mapolresta Cilacap untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian dan diketahui merupakan tetangga korban sekaligus penghuni rumah tempat jasad korban ditemukan," ujar Kombes Pol Budi Adhy Buono, Sabtu (31/1/2026).

Awalnya, Kamis (29/1/2026), saat korban berpamitan kepada keluarga untuk bermain ke rumah temannya di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Setibanya di rumah temannya, korban mendapati rumah tersebut kosong karena sang teman pergi bersama orang tuanya ke Purbalingga.

"Dalam perjalanan pulang, korban bertemu dengan pelaku yang kemudian membujuk dan memaksa korban masuk ke rumahnya yang saat itu dalam keadaan sepi," jelas Kapolresta.

Setelah pintu rumah tertutup, korban menangis dan berteriak saat mendapat perlakuan kasar dari pelaku hingga membuat pelaku panik karena takut diketahui warga sekitar.

"Pelaku lalu membekap korban dan membawanya ke kamar mandi untuk menghilangkan nyawa korban," ujar Kapolresta.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku melakukan tindakan asusila terhadap korban.

Untuk menghilangkan jejak kejahatan, pelaku membungkus jasad korban menggunakan plastik hitam yang kemudian dimasukkan kembali ke dalam karung putih.

"Pelaku sempat mengecek kondisi sekitar rumah sebelum menyembunyikan karung berisi jasad korban di samping rumah dan menutupinya dengan lembaran asbes serta kayu agar tidak terlihat," kata Kapolresta.

Usai kejadian tersebut, pelaku melarikan diri ke Purbalingga dan bersembunyi di rumah temannya karena takut perbuatannya diketahui masyarakat.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.