Harga Emas Sempat Tembus Rp 3 Juta per Gram, Pengamat Ungkap Penyebab dan Tren ke Depan
February 01, 2026 03:40 PM

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Harga emas yang sempat menembus Rp 3 juta per gram pada awal 2026 menjadi sinyal meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. 

Kondisi tersebut turut memengaruhi pola investasi masyarakat di Batam.

Kenaikan harga emas tersebut tidak terjadi tanpa sebab. 

Sejumlah faktor global dinilai menjadi pemicu utama, mulai dari ketidakpastian kebijakan moneter hingga tensi geopolitik yang masih berlanjut.

Pengamat ekonomi di Batam menilai lonjakan harga emas di awal 2026 dipengaruhi sejumlah faktor global. 

Emas masih dipandang sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Pengamat Ekonomi Batam, Rona Tanjung, mengatakan salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga emas adalah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

"Emas masih dipandang sebagai aset safe haven. Ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah ikut mendorong kenaikan harga emas," ujar Rona, pada Minggu (1/2/2026).

Ia menambahkan, konflik antarnegara yang memanas belakangan ini membuat sejumlah negara mulai menerapkan langkah proteksi dini terhadap kondisi ekonominya.

"Kondisi ekonomi global dan geopolitik masih sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga emas," tambahnya.

Terkait tren ke depan, Rona menilai harga emas berpotensi bertahan tinggi dan cenderung terus meningkat. 

Menjelang Ramadan, akademisi Universitas Riau Kepuluan ini juga menuturkan bahwa permintaan emas diperkirakan ikut mengalami kenaikan.

"Menjelang Ramadan, biasanya permintaan perhiasan emas juga meningkat. Ini turut memengaruhi pergerakan harga," jelasnya.

Menurut Rona, meningkatnya minat masyarakat membeli emas mencerminkan adanya perubahan pola investasi dan kesadaran finansial yang semakin baik.

"Kesadaran finansial masyarakat meningkat. Emas kini dijadikan bagian dari portofolio investasi," katanya.

Meski demikian, wanita yang juga menjabat Kaprodi Bisnis digital ini mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam membeli emas di tengah harga yang fluktuatif.

"Masyarakat perlu menentukan tujuan investasinya, menggunakan strategi pembelian berkala, dan tidak tergesa-gesa saat membeli emas," pungkasnya

Berdasarkan pantauan harga emas di pegadaian per 1 Februari 2026, garga emas batangan Galeri 24 dan UBS di Pegadaian terpantau anjlok tajam. 

Emas Galeri 24 untuk 1 gramnya turun hingga Rp 190.000, harganya kini menjadi Rp 2.981.000.

Senada dengan hal itu, untuk emas UBS juga mengalami penurunan menajdi Rp 2.996.000.

( tribunbatam.id/ucik suwaibah )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.