Jangan Asal Pilih, Ini 5 Label Pangan Kemasan yang Wajib Dicek Orang Tua
kumparanMOM February 01, 2026 04:57 PM
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyerukan orangtua untuk lebih teliti dalam memeriksa label pangan pada produk kemasan. Langkah ini sangat penting untuk memastikan asupan nutrisi yang tepat dan aman bagi tumbuh kembang anak, terutama bagi kelompok usia di bawah tiga tahun.
Namun di sisi lain, IDAI mengingatkan, real food atau makanan asli, tetap lebih baik dibanding pangan kemasan. Oleh karena itu, selain memperhatikan label kemasan, penting juga untuk membatasi konsumsinya.
Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr. dr. Klara Yuliarti, Sp.A, Subsp.N.P.M(K), menjelaskan bahwa produk yang telah mendapatkan izin edar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memiliki standar syarat yang ketat.
Dalam webinar bersama IDAI pada Selasa (27/1), dr. Klara merinci 5 poin utama yang perlu dicermati orang tua saat memilih pangan olahan dalam kemasan:
Poin yang Wajib Diperhatikan pada Label Makanan
1. Tanggal Kedaluwarsa
Perbesar
Ilustrasi makanan kedaluwarsa Foto: dok.shutterstock
Hal pertama yang harus dicek adalah tanggal kedaluwarsa. Meski seharusnya produk kedaluwarsa tidak dijual di pasaran, kesalahan tetap bisa terjadi. dr. Klara menjelaskan terdapat dua jenis penanda waktu pada kemasan, yaitu expiry date/expired date dan best before.
Expired date berarti produk tidak boleh lagi dikonsumsi setelah tanggal tersebut karena berisiko mengandung cemaran mikroorganisme atau bahan berbahaya.
“Nah, sedangkan ada satu lagi yang namanya best before. Best before baik digunakan sebelum. Kalau best before itu makanan-makanan yang lebih longgar. Kalau untuk makanan bagi populasi khusus (anak di bawah 3 tahun) itu semua expired date,” ucapnya.
2. Daftar Komposisi Bahan Makanan
Perbesar
Seorang warga berbelanja. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kedua adalah daftar komposisi bahan. Urutan bahan pada label menunjukkan jumlah kandungan dari yang terbanyak hingga paling sedikit. Jika suatu produk mencantumkan bahan utama di urutan pertama, artinya bahan tersebut memiliki porsi paling besar dalam produk tersebut. Informasi ini penting untuk mengetahui kandungan utama makanan yang dikonsumsi anak.
“Ini sebagai contoh nih. Susu sapi segarnya, 85,92%. Jadi artinya, ya ini yang ditaruh di urutan pertama ya,” kata dr. Klara.
3. Tabel Informasi Nilai Gizi (ING)
Perbesar
Ilustrasi label makanan atau nutritions fact. Foto: Dennis MacDonald/Shutterstock
Selanjutnya adalah tabel Informasi Nilai Gizi (ING) atau Nutrition Facts. Informasi ini biasanya disajikan berdasarkan takaran saji tertentu. Orang tua perlu memahami bahwa kandungan gizi yang tercantum berlaku sesuai takaran tersebut, bukan untuk seluruh kemasan.
4. Klaim Zat Gizi dan Klaim Kesehatan
Klaim pada kemasan juga perlu dicermati dengan hati-hati. Dalam peraturan BPOM, untuk kategori pangan umum, produsen tidak wajib mencantumkan kandungan vitamin dan mineral secara detail, seperti vitamin A atau C. Yang wajib dicantumkan adalah makronutrien, yaitu lemak, karbohidrat, dan protein. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami perbedaan antara makronutrien serta vitamin dan mineral agar tidak mudah terkecoh klaim promosi.
5. Kategori Pangan Olahan
Perbesar
Ilustrasi processed food atau makanan olahan. Foto: Shutterstock
Poin terakhir yang tak kalah penting adalah kategori pangan olahan, khususnya untuk anak. Anak di bawah usia tiga tahun termasuk dalam populasi khusus yang harus mendapatkan perlindungan ekstra.
Produk pangan untuk kelompok ini harus memenuhi syarat yang lebih ketat dibandingkan pangan umum, terutama jika termasuk dalam kategori pangan diet khusus.
dr. Klara juga menjelaskan bahwa terdapat lima jenis klaim pada label pangan olahan, yaitu klaim gizi, klaim kesehatan, klaim isotonik, klaim vegan, dan klaim mikroorganisme. Klaim gizi mencakup kandungan zat gizi, perbandingan zat gizi, serta klaim tanpa penambahan gula, garam, laktosa, atau gluten. Sementara klaim kesehatan meliputi klaim fungsi zat gizi, penurunan risiko penyakit, dan klaim glikemik.
Dengan memahami lima poin penting ini, orang tua diharapkan dapat lebih bijak dan kritis dalam memilih pangan kemasan, sehingga kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal. Serta risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan sejak dini, Moms.