Niat Puasa dan Tata Cara Puasa Nisfu Syaban 1447 Hijriah
February 01, 2026 04:36 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, bagaimana apakah kamu sudah mempersiapkan diri menyambut malam Nisfu Syaban 1447 H?

Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam paling dinanti umat Islam di bulan Syaban.

Ini merupakan bulan ke delapan dalam kalender Hijriah, terletak di antara bulan Rajab dan Ramadan, yang juga dianggap sebagai bulan istimewa serta penuh dengan keberkahan di dalamnya.

Dalam penanggalan Hijriah, Malam Nisfu Syaban ini diperingati pada malam tanggal 15 bulan Syakban.

Waktunya dimulai setelah Magrib pada tanggal 14 Syaban hingga terbit fajar tanggal 15 Syaban.

Lantas, bagaimana niat puasa dan tata cara pelaksanaan Nisfu Syaban 1447 Hijriah? Yuk kita ketahui sama-sama.

Baca juga: Jadwal Nisfu Syaban Versi Kemenag, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

Baca juga: Malam Nisfu Syaban 2026 Sebentar Lagi, Ini Tanggal Versi Kemenag, NU dan Muhammadiyah

Anjuran Puasa Nisfu Syaban 2026

Seperti dikutip dari buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, Rasulullah SAW pun memperbanyak ibadah puasa di bulan Syaban. Salah satu sahabat, Usamah bin Zaid ra. berkata:

"Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa (dengan sunggung-sungguh seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban". Kemudian Beliau menjawab,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

"Itu adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang di dalamnya amal-amal manusia dinaikkan kepada Tuhan semesta alam. Maka aku ingin agar amalku dinaikkan sementara aku dalam keadaan berpuasa" (HR. Abu Daud dan Nasa'i).

Akan tetapi, masih dalam sumber yang sama, dijelaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang menganjurkan puasa Nisfu Syaban di pertengahan bulan Syaban dengan anggapan bahwa hari tersebut lebih utama dari hari lainnya.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

Menurut Drs. E. Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim dalam Panduan Praktis Ibadah Puasa, masih ada beberapa riwayat mengenai malam nisfu syaban yang memiliki banyak penguat, di antaranya yaitu hadits berikut:

يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلَّا لِاثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ

Artinya: "Sesungguhnya Allah memperhatikan makhluk-makhluk-Nya pada malam nisyfu Syaban. Maka Allah mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua (golongan) yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh dirinya sendiri" (HR Ahmad).

Sementara dalam buku Kumpulan Tanya-Jawab Bid'ah dalam Ibadah karya Hammud bin Abdullah Al-Mathr, orang yang memiliki kebiasaan berpuasa ayyamul-bidh (setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah), tidak masalah apabila mengerjakan puasa nisfu syaban pada tanggal 15 Syaban.

Baca juga: Jadwal Malam Nisfu Syaban 2026 Versi Kemenag, NU dan Muhammadiyah

Niat Puasa Nisfu Syaban

Jika ingin berniat malam hari sebelum puasa, baca niat berikut,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."

Baca juga: Malam Nisfu Syaban 2026 Segera Tiba, Ini Tanggalnya Versi Kemenag, NU dan Muhammadiyah

Tata Cara Puasa Nisfu Syaban

Tata cara puasa Nisfu Syaban sebagai berikut:

1. Pertama adalah niat sebagaimana telah dipaparkan di atas, yang dapat diucapkan pada saat malam hari. Niat tersebut juga dapat disampaikan di dalam hati.

2. Jangan lupa melaksanakan sahur. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Makan sahurlah, karena sesungguhnya sahur itu mengandung berkah." (HR Bukhori dan Muslim)

3. Saat menjalankan ibadah puasa Syaban dengan menghindari segala bentuk yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.

Juga dilarang melakukan berbagai bentuk kemaksiatan yang dapat mengurangi atau bahkan menghapus pahala puasanya, seperti ghibah, perkataan buruk, marah, berdusta, dan perbuatan buruk lain.

4. Bersegeralah dalam berbuka puasa ketika datang waktu Magrib. Ada sejumlah dalil yang menerangkan tentang bersegera buka puasa.

Nabi Muhammad bersabda, "Manusia akan selalu baik selama mereka cepat berbuka." (HR Muttafaq alaih). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.