Dari Pos Pemantauan, Rumah Pohon di Setra Adat Buleleng Dicanangkan Jadi Tempat Wisata Bersejarah 
February 01, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Rumah pohon yang berada di kawasan Setra Adat Buleleng merupakan salah satu peninggalan bersejarah.

Usai direnovasi, bangunan yang berada di ketinggian 20 meter lebih ini dicanangkan menjadi salah satu wisata sejarah dan budaya. 

Keberadaan rumah pohon ini menjadi saksi bisu sejarah panjang Buleleng sebagai pusat perdagangan dan pintu masuk utama Bali bagian utara.

Baca juga: OBJEK Wisata Ceking Tegallalang Longsor, Hiace Rusak Tertimpa Pohon Tumbang!

Sebab di masa lampau, rumah pohon berukuran 1,5 meter⊃2; ini dimanfaatkan sebagai pos pemantauan kapal di Pelabuhan Buleleng. 

Pihak Desa Adat kemudian melakukan upaya renovasi dengan anggaran senilai Rp50 juta.

Renovasi rumah pohon dimulai pada (18/01/2026). Prosesnya dilakukan secara hati-hati agar karakter asli bangunan tetap terjaga. 

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menjelaskan renovasi rumah pohon ini sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah sekaligus pengembangan wisata budaya.

Baca juga: Rumah Panggung Loloan Bali Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Bentuk Pelestarian Peninggalan Sejarah

Renovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai historis dan kearifan lokal, agar cerita masa lalu yang melekat pada bangunan tersebut tidak hilang. 

Ke depan, rumah pohon di Setra Desa Adat Buleleng akan diarahkan menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis sejarah dan budaya di Kota Singaraja.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan penambahan tangga agar masyarakat dapat naik ke rumah pohon. 

Baca juga: Kepala BGN Kembalikan Anggaran MBG Rp 70 Triliun, Prabowo Sebut Pertama dalam Sejarah RI

"Rumah pohon ini tidak hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang menceritakan peran penting Buleleng pada masa lalu, khususnya terkait sejarah pelabuhan dan perjuangan masyarakat dalam menjaga wilayah," ungkapnya, Minggu (1/2/2026). 

Peresmian rumah pohon bertepatan dengan pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK/Posyandu. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardani Sutjidra. 

Bersama krama Desa Adat Buleleng, Wardhani bergotong royong melakukan pembersihan di kawasan setra sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan sejarah.

Baca juga: JEJAK Sejarah Soekarno di Buleleng, Mengenal Sosok Raden Guru Pengembang Moral, Berikut Sejarahnya 

Wardani mengatakan rumah pohon ini memiliki sejarah yang bermakna bagi masyarakat Buleleng.

Karenanya ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah yang ada di Buleleng.

Khususnya rumah pohon yang baru diresmikan dan dicanangkan menjadi spot pariwisata heritage yang sangat edukatif.

Pada kegiatan itu ia juga mensosialisasikan program PKK 'Lima Bintang Sampah' kepada masyarakat. Lima bintang tersebut menerapkan perilaku bersih dengan lima kriteria yakni kebersihan, ketertiban, keamanan, keterampilan, dan kenyamanan.

"Yang paling penting adalah ada konsistensi dan komitmen dari kita bersama dengan pemerintah. Sebab apa yang kita harapkan kedepan adalah terbebas dari bencana yang diakibatkan oleh sampah yang ada dimana-mana," tandasnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.