Niat Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026/Syaban 1447 H Digabung Puasa Senin
February 01, 2026 07:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Puasa Ayyamul Bidh bulan Februari 2026 bertepatan dengan Syaban 1447 hijriyah.

Ibadah puasa sunnah ini sudah bisa dilaksanakan mulai hari ini, Minggu (1/2/2026), dengan jadwal pelaksanaan hari selanjutnya sebagai berikut

  • Minggu, 1 Februari 2026 = 13 Syaban 1447 Hijriyah
  • Senin, 2 Februari 2026 = 14 Syaban 1447 Hijriyah
  • Selasa, 3 Februari 2026 = 15 Syaban 1447 Hijriyah

Sebagai informasi, puasa ayyamul bidh hari ke-2 bertepatan dengan Senin, yang juga termasuk waktu pelaksanaan puasa sunnah hari Senin.

Niat Puasa Ayyamul Bidh 

Seperti ibadah puasa baik wajib maupun sunnah, puasa ayyamul bidh harus didahului dengan membaca niat.

Berikut ini bacaan niat puasa ayyamul bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala.

Niat Puasa Ayyamul Bidh Digabung Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ ايام البيض سنة لله تعالى
وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu Shouma Ghadin 'Ayyaamul bidh sunnatan lillahi ta'aala wa 'an shouma yaumal itsnaini lillahi Ta'alaa

Artinya: Saya niat puasa sunnah ayyamul bidh esok hari dan puasa hari Senin karena Allah Ta'ala.

Adapun waktu membaca niat puasa Ayyamul Bidh bisa dilakukan pada malam hari atau ketika akan melaksanakan makan sahur.

Niat puasa Ayyamul Bidh boleh dibaca siang hari, karena termasuk puasa sunnah.

Membaca niat puasa siang hari..

Boleh membaca niat puasa sunnah di waktu pagi atau siang hari.

Namun dengan catatan dan syarat tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sampai waktu tersebut.

Seperti makan, minum, bersetubuh atau berhubungan suami istri, atau muntah dengan sengaja, merokok, haid/nifas, memasukkan benda ke dalam tubuh secara sengaja, mengeluarkan air mani secara sengaja dan murtad atau keluar dari Islam, merokok.

“Dari Aisyah, ummul mukminin RA, ia bercerita, ‘Suatu hari Nabi Muhammad SAW menemuiku. Ia berkata, ‘Apakah kamu memiliki sesuatu (yang dapat kumakan)?’ Kami jawab, ‘Tidak.’ ‘Kalau begitu aku puasa saja,’ kata Nabi. Tetapi pada hari lain, Rasul pernah menemui kami. Kami katakan kepadanya, ‘Ya rasul, kami memiliki hais, makanan terbuat dari kurma dan tepung, yang dihadiahkan oleh orang.’ ‘Perlihatkan kepadaku meski aku sejak pagi berpuasa,’ kata Nabi. Ia lalu memakannya,’” (HR Muslim).

Dijelaskan dalam hadist, awalnya Nabi Muhammad SAW tidak berniat puasa, namun karena dihadapkan pada kondisi keterbatasan, maka Nabi Muhammad memilih berpuasa

Lantas sampai kapan batas wantu membaca niat puasa sunnah ini?

Melansir surabaya.tribunnews.com, Batasan waktu niat puasa sunnah ini ada dua pendapat.

Pertama, tidak boleh setelah pertengahan siang sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan murid-muridnya.

Kedua, boleh sebelum atau sesudah waktu zawal (tergelincirnya matahari ke barat) karena tidak disebutkan batasan dalam hal ini. Inilah al qoul jadid (pendapat terbaru) dari Imam Syafi’i dan jadi pegangan Imam Ahmad.

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Februari 2026/Syaban 1447 H, Ini Keutamaannya

Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh Hari Kedua, Senin 2 Februari 2026

Baca juga: Kapan Terakhir Qadha Puasa Ramadhan Tahun Lalu? Ini Batas Akhir Bayar Utang Puasa Menurut 2 Mazhab

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.