Resmi Dibuka SPPG Asemrowo, Unit Perdana Layani Ribuan Penerima Manfaat MBG 
February 01, 2026 07:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Surabaya terus merata di seluruh wilayah. 

Terbaru, SPPG perdana resmi dibuka di Kecamatan Asemrowo dengan dibukanya SPPG Asemrowo Asemrowo di Jalan Tambak Mayor, Minggu (1/2/2026).

Sesuai namanya, SPPG yang berada di Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo ini menghadirkan layanan pemenuhan gizi bagi ribuan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya anak-anak sekolah. 

Solusi Pemerataan Akses Makanan Sehat

Kehadiran dapur gizi ini diharapkan menjadi solusi pemerataan akses makanan sehat sekaligus mendorong peningkatan kualitas generasi muda.

Pemilik Yayasan Bakti Desa Nusantara sebagai pengelola SPPG tersebut, Indah Wijaya, menjelaskan bahwa unit di Asemrowo merupakan SPPG ketujuh yang dikelola yayasannya. Setiap yayasan menggandeng sejumlah mitra melalui asosiasi untuk memperluas jangkauan program. 

"Kalau dari SPPG yang Yayasan Bakti Desa Nusantara ini yang ketujuh. Jadi, kita menggandeng banyak mitra,” ujar Indah ketika dikonfirmasi di sela acara peresmian.

Baca juga: Kabar Gembira Bulan Ini Ratusan Pegawai Inti SPPG Surabaya Alih Status Jadi PPPK, Ini Syaratnya

Menurut Indah, kehadiran SPPG di Asemrowo sudah lama dinantikan. Sejumlah sekolah dan penerima manfaat sebelumnya harus menunggu giliran karena keterbatasan fasilitas. 

“Alhamdulillah, SPPG Asemrowo ini yang pertama di sini. Sangat bermanfaat sekali untuk para penerima manfaat. Sudah ditunggu-tunggu sekolah-sekolah,” katanya.

Tantangan Biaya Investasi Tinggi

Ia mengakui, pengembangan SPPG di Surabaya menghadapi tantangan biaya investasi yang cukup tinggi, baik untuk sewa tempat maupun peralatan dapur. Karena itu, dukungan berbagai pihak menjadi krusial agar layanan terus berkembang. 

Meski begitu, dapur yang dibangun melalui kerjasama dengan pengusaha H Sulaiman ini langsung beroperasi dengan kapasitas awal 1.090 porsi per hari. 

"Nanti akan naik bertahap, bisa 1.500 sampai 2.000 penerima, bahkan 3.000 penerima,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat gizi, SPPG juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Sekitar 50 tenaga kerja dilibatkan, dengan mayoritas berasal dari lingkungan Asemrowo. “Sekitar 50 orang, dan 80 persen dari warga sekitar. Jadi sekaligus membantu ekonomi masyarakat,” tambah Indah.

Ke depan, perluasan layanan akan terus dilakukan. Dalam waktu dekat, SPPG baru di bawah pengelolaan yayasan ini dijadwalkan beroperasi di dua kawasan sekaligus. 

Indah berharap dapur-dapur gizi ini tidak sekadar menjadi tempat memasak, tetapi juga simbol harapan. 

“Semoga dapur ini bukan cuma dapur untuk memasak, tapi jadi dapur harapan, supaya generasi kita lebih sehat dan lebih cerdas,” pungkasnya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.