Detik-detik KRI Sultan Iskandar Muda Tiba di Indonesia setelah Misi Perdamaian di Lebanon 14 Bulan
February 01, 2026 07:42 PM

Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026) pagi.

Tepat pukul 09.00 WIB, kapal perang kebanggaan Indonesia, KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367), perlahan bersandar setelah menuntaskan misi internasional yang panjang.

Kedatangan kapal ini disambut langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam sebuah upacara militer resmi.

KRI SIM-367 baru saja menyelesaikan tugas mulia sebagai bagian dari Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P UNIFIL di Lebanon.

Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan misi yang berlangsung selama 14 bulan.

"Baru saja kita melaksanakan upacara penyambutan KRI Sultan Iskandar Muda 367 yang baru selesai melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon sejak tahun 2022 hingga 2024 ini. Seluruh prajurit kembali dalam kondisi sehat dan material kapal dalam keadaan baik," ujar KSAL di hadapan awak media di atas kapal Korvet kelas Sigma itu.

Sebanyak 119 prajurit yang tergabung dalam Satgas ini dinyatakan kembali dengan lengkap.

Personel tersebut terdiri dari kru kapal, kru helikopter, serta pasukan khusus yang terdiri dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan tim Penyelam TNI Angkatan Laut.

Selama bertugas di perairan Mediterania, KRI SIM-367 memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di wilayah tersebut.

Misi utamanya meliputi pemantauan wilayah perairan, mencegah masuknya senjata ilegal, serta material terlarang lainnya ke wilayah Lebanon.

Kehadiran KRI SIM-367 di bawah bendera PBB tidak hanya sekadar patroli.

Kapal ini menjadi satu unsur yang paling diandalkan karena membawa helikopter, yang seringkali membantu kebutuhan operasional unsur-unsur negara lain serta Pemerintah Lebanon di tengah situasi kawasan yang dinamis.

"Tugas selama 1 tahun 2 bulan ini berjalan aman dan lancar. Mereka telah menjalankan misi dengan sangat baik dan mendapat apresiasi tinggi dari berbagai negara sahabat serta Pemerintah Lebanon," tambah Laksamana Muhammad Ali.

Sepanjang menjalankan misi sejak tahun lalu, KRI SIM-367 telah melakukan 33 kali on task, meliputi 70 persen patroli di Laut Mediterania serta menjalankan naval diplomacy melalui latihan bersama dengan berbagai angkatan laut asing sebanyak 150 kali.

KRI SIM-367 juga menerima berbagai penghargaan dari komunitas internasional, antara lain Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander, Rear Admiral Richard Kesten (Jerman), Maritime Task Force Commander, Rear Admiral Stephan Plath (Jerman), UN Medal dari UNIFIL Force Commander, Major General Diodato Abagnara (Spanyol), LAF Medal dari LAF Navy Commander, Admiral Mustafa Al-Ali (Lebanon), Medali Duta Budaya RI dari Dubes RI untuk Lebanon, HE Dicky Komar serta Tanzani Medal dari Tanzania Contingent Commander.

Setelah upacara penyambutan di Jakarta, KRI SIM-367 dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan menuju pangkalan utama mereka di Surabaya.

Di sana, pasukan yang baru saja menuntaskan tugas mulia ini akan kembali berkumpul bersama keluarga setelah sekian lama mengabdi demi perdamaian dunia di negeri orang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.