TRIBUN-MEDAN.com - Aktor Adjie Pangestu buka suara soal tuduhan sebagai anak biologis dari Ressa Rizky Rossano.
Netizen menyinggung Adjie Pangestu soal pengakuan Denada memiliki anak bernama Ressa yang selama ini dirawat tantenya.
Ressa yang kini sudah berusia 24 tahun baru mengetahui bahwa ibu kandungnya seorang penyanyi, Denada.
Namun mulai menuding bahwa ayah kandung dari Ressa merupakan Adjie Pangestu.
Adjie Pangestu buka suara dan menegaskan tidak pernah kenal dengan Denada secara personal selama Ini.
Bahkan bertemu dengan Denada semasa hidupnya pun terjadi satu kali itupun ketika sama mantan suaminya sang penyanyi dalam suatu acara.
"Main bareng atau telponan itu tidak pernah, sebenarnya nggak ada hubungan personal, ini hanya netizen saja, aku tau dari salah satu platform IG sengaja gue nggak mau komentar, gue bingung nanti komentar salah ngga komentar salah juga," terangnya melansir dari youtube Cumicumi, Minggu (1/2/2026).
"Yang penting gue bilang ngga ada hubungan dengan denada, ngga kenal secara profesional, dan gue berharap kasus denada dan Ressa endingnya dengan baik," tambahnya.
Baca juga: Dua dari Empat Terdakwa Profil Desa di Karo Diputus Masing-masing 1 Tahun Penjara
Baca juga: GEN Prime Link, Proteksi Finansial Serbabisa, Ini Manfaat yang Ditawarkan
Baca juga: Ijeck Tidak Hadir, Hendriyanto Tak Tampak saat Musda Golkar Sumut di Medan
Lebih jauh isu menyeret namanya tersebut diakui Adjie Pangestu juga mulai menyangkut ke keluarga terutama anak.
Setelah ada sejumlah pihak yang mentag isu tersebut kepada anak Adjie Pangestu bernama Rafi Pangestu.
Untungnya Adjie Pangestu menyebut jika anak tak terganggu dan dirinya sudah memberikan penjelasan.
"Anak saya juga nggak tau gosipnya, baru notice ketika gue kasih tau," tuturnya.
Terakhir Adjie Pangestu berharap kedepan tidak ada orang lain terseret di kasus Denada dan Ressa tersebut.
"Kalau gue sendiri gak papa, tidak akan somasi pihak yang menyeret nama gue, gue cuma senyum-senyum ajah," ujarnya.
"Buat gue dfitinah ambil berkah dan pahalanya, gue berdoa berhenti di gue jangan ada teman gue terseret-seret lagi, biar denada dan resssa yang menyelesaikan masalah mereka," tutupnya.
Denada Kirim Pesan Cinta ke Anaknya Ressa
Seiring dengan gagalnya proses mediasi yang telah berlangsung empat kali, Ressa Rizky Rossano tampaknya menutup komunikasi dengan Denada.
Diakui Ressa, Denada baru mengirimkan pesan WhatsApp secara pribadi setelah digugat perdata sebesar Rp7 miliar di Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak selama 24 tahun.
Dalam pesan singkat itu, Denada rupanya diam-diam mengirim chat kepada Ressa mengenai perasaannya.
Pesan singkat yang akhirnya terbongkar itu dirasa sangat kontras dengan kenyataan hidup yang harus ditanggung Ressa selama dua dekade.
"Dia bilang 'apapun yang terjadi, Always Love You'," ungkap Ressa Rosano seperti dikutip dari ReyBen Entertainment, Minggu (1/2/2026).
Namun, Ressa memilih mengabaikan pesan singkat itu lantaran sudah terlanjut kecewa tak pendapat pengakuan dari ibu kandungnya.
"(Gak dibales), karena sebelumnya Ressa keluh kesah juga gak dibales ada buktinya," ucap Ressa.
Mendengar adanya pesan manis tersebut, Ronald Armada menegaskan bahwa komunikasi tersebut terjalin baru setelah Denada digugat.
Sehingga, ia membantah pihak kuasa hukum Denada yang menyebut jika mereka menjalin hubungan baik.
"Pihak tergugat mendalilkan sudah terjalin komunikasi baik selama bertahun-tahun. Itu bohong! Dia baru berkomunikasi setelah ada gugatan ini," ucapnya.
Ronald pun menantang pihak Denada menunjukkan bukti bahwa sebelum ada gugatan ini, ada komunikasi yang terjalin.
"Kalau memang pernah ada komunikasi sebelumnya, tunjukkan buktinya!" cecar Ronald.
Ia menduga narasi kasih sayang yang dilemparkan Denada hanyalah sebuah mekanisme pertahanan agar sang penyanyi tidak terlihat bersalah di mata publik.
Ronald juga membantah keras pernyataan kuasa hukum Denada yang mengklaim masih membiayai Ressa hingga Januari 2024.
Ia membeberkan, kondisi ekonomi Ressa justru sangat terpuruk.
"Kalau dia bilang membiayai, faktanya Ressa ini sekolahnya putus! Mobil yang diberikan untuk dia kerja tarik Grab pun tidak dicicil pembayarannya sampai akhirnya ditarik paksa oleh leasing," jelasnya.
Pihak Ressa Rizky Rossano pun menyatakan akan terus maju dengan gugatannya dan menantang Denada untuk berani bertemu demi menyelesaikan masalah secara transparan, bukan hanya bersembunyi di balik pesan singkat.
"Saya mengejar ini karena dia telah melakukan penindasan terhadap kehormatan keluarga yang membesarkan Ressa," pungkas Ronald Armada.
Diketahui, penyanyi dangdut Denada Anggia Ayu Tambunan atau Denada digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan nilai gugatan mencapai Rp 7 miliar.
Nilai tersebut merupakan kerugian materiil yang dimohonkan oleh seorang pemuda Banyuwangi bernama Ressa Rizky Rosano (24).
Alasan Gugat 7 M
Sementara, kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Ronald Armada mengatakan bahwa nominal tersebut bukanlah tujuan utama dari langkah hukum yang mereka tempuh.
Ronald menyebut angka itu hanyalah formalitas semata. Inti dari gugatan ini adalah memberikan pelajaran moral dan etika, dan adab kepada pihak tergugat, Denada.
"Karena saya tidak mempermasalahkan angka. Kenapa kok formulasi 7 M (Miliar)? Ya sudahlah kita asal-asalan nulis kok. Yang sepatutnya berapa, itu pun saya tidak terlalu mempeributkan masalah itu," kata Ronald kepada awak media, Jumat (30/1/2026).
Ronald mengakui poin pertama memang sudah dilakukan Denada, yakni mengakui Ressa Adalah anak kandungnya.
Namun, masalah belum selesai karena ada unsur sakit hati dari pihak keluarga lain, yakni Paman dan Tante Ressa.
Ronald menyinggung keras soal pengorbanan paman dan tante Ressa yang selama ini merawat kliennya dari kecil, namun merasa tidak dihargai oleh Dena.
"Sekarang, karena dia sudah melakukan pendzaliman terhadap Tergugat 2 dan Tergugat 3 (Paman dan Tantenya) yang mengasuh anaknya, yang menceboki kotoran anaknya, yang menidurkan anaknya ketika sakit, itu yang harus juga diperhitungkan," jelasnya.
Ronald menilai ucapan terima kasih saja tidak pernah terlontar dengan tulus dari mulut Denada. Oleh karena itu, jalur hukum ditempuh sebagai sarana edukasi.
"Karena rasa terima kasih secara lisan saja tidak terluah di mulutnya Dena itu. Itu makanya harus saya berikan pelajaran, harus saya kasih pembelajaran secara adab melalui putusan pengadilan ini," ucapnya.
Meski mediasi gagal, Ronald merasa lega karena poin pengakuan anak sudah didapatkan.
Kini, pihak Ressa siap membuktikan dugaan penelantaran kewajiban moral tersebut kepada pihak Denada di ruang sidang.
"Sekarang malah saya nyatakan pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan yang kemudian kita harus fight. Kalau yang fight ini kan pasti ada yang jatuh ada yang enggak, itu saja sudah," ujar Ronald Armada dengan serius.
"Saya mohon maaf Mbak Dena, tidak ada inisiasi saya untuk menjatuhkan Sampeyan, tetapi Sampeyan yang mengondisikan dan meminta serta memaksa saya untuk bertindak seperti ini," tambahnya.
(*/tribun-medan.com)