Wisatawan Gagal Nikmati Pantai Trikora Bintan, Karung Minyak Hitam Berserakan Bikin Risih
Dewi Haryati February 01, 2026 11:07 PM


BINTAN, TRIBUNBATAM.id
- Karung berisi minyak hitam berserakan di pesisir Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Jumlahnya cukup banyak mencapai puluhan karung. Temuan ini membuat sejumlah wisatawan di Pantai Trikora resah.

Mereka jadi risih saat berenang di pantai tersebut.

"Awalnya saya mau berenang, lihat karung berisi minyak hitam berserakan, saya jadi geli mau berenang," kata Nopi, Minggu (1/2/2026).

Ia mengatakan, minyak hitam itu masih berada di dalam karung. Tidak hanya di atas pasir, ia juga melibat beberapa karung lainnya tergenag di laut. 

"Saya sempat melihat minyak hitam itu tergenang di laut," katanya.

Sebelumnya, minyak hitam juga mencemari pantai Mutiara Beach Resort. Jumlahnya lebih banyak, dan teksturnya kental hingga mengeluarkan aroma tajam.

Pemilik Mutiara Beach Resort, Marc Thalmann, menegaskan, laut merupakan aset utama pariwisata Bintan.

Selain mendukung industri pariwisata, laut juga menjadi sumber penghidupan bagi nelayan yang bergantung pada hasil laut.

“Laut adalah aset penting, bukan hanya untuk pariwisata tetapi juga bagi nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut,” ungkap Marc.

Menurutnya, wisata alam memiliki peran vital dalam menarik kunjungan wisatawan ke Bintan.

Sehingga, kejadian pencemaran laut seperti limbah minyak akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan pariwisata.

“Kejadian seperti ini membuat saya sangat sedih karena dampaknya besar bagi kita semua," bebernya.

Dampak pencemaran limbah minyak tidak hanya dirasakan oleh pengusaha pariwisata, melainkan juga masyarakat secara luas, termasuk karyawan resort, pemasok, kontraktor, hingga pemerintah dari sisi penerimaan pajak.

“Kalau terjadi musibah seperti ini, semua pihak terdampak. Bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Selain berdampak ekonomi, pencemaran limbah minyak juga dikhawatirkan merusak citra Bintan sebagai destinasi wisata yang bersih, aman, dan nyaman bagi wisatawan.

Masalahnya bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi bau limbah juga menyengat dan membuat wisatawan tidak nyaman.

Jangan sampai menimbulkan persepsi negatif terhadap Bintan.

Ia berharap penanganan pencemaran limbah minyak dilakukan secara serius dan cepat, mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang utama pendapatan daerah.

Marc juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja sama mencari solusi, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama semua pihak, ada solusi yang tepat dan musibah seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Pelaku usaha pariwisata di Bintan itu berharap permasalahan limbah minyak yang mencemari sejumlah pantai dapat segera ditangani secara cepat dan serius.

Pencemaran tersebut dinilai berpotensi merusak sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri, Hendri mengatakan, pihaknya akan serius menangani fenomena ini.

Perlu diketahui, tumpahan minyak hitam sering terjadi pada musim utara di sejumlah wilayah di Kepri, seperti di perairan Nongsa, Batam dan Trikora, Bintan, hingga Lagoi Bintan.

Tumpahan minyak terjadi di tengah laut, namun dibawa arus sampai ke  pesisir pantai.

"Upaya yang sudah kami lakukan selama ini DLHK bersama masyarakat membersihkan dan mengumpulkan, kemudian dimusnahkan, anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup," kata Hendri.

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menuntaskan persoalan minyak hitam di Kepri.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.