TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data mencengangkan terkait aktivitas cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat sepanjang Januari 2026.
Tercatat, sebanyak 225.739 sambaran petir menghujam wilayah Jabar dan sekitarnya hanya dalam waktu satu bulan.
Aktivitas kelistrikan di langit Jabar ini menunjukkan eskalasi yang sangat tinggi, terutama pada puncak musim hujan di awal tahun ini.
Kepala Stasiun Geofisika, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa puncak aktivitas petir tertinggi terjadi pada 29 Januari 2026.
Dalam kurun waktu 24 jam tersebut, tercatat ada 43.525 kejadian sambaran petir.
Baca juga: BMKG Rekam 97 Gempa Bumi dan 225 Ribu Sambaran Petir di Jabar selama Januari 2026
"Wilayah dengan jumlah sambaran petir tertinggi tercatat di Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Kuningan," ujar Teguh Rahayu, Minggu (1/2/2026).
Sebaliknya, aktivitas terendah terpantau pada 25 Januari 2026 dengan hanya dua kejadian sambaran.
Mengingat tingginya angka tersebut, warga di tiga kabupaten tersebut diminta lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan ketika cuaca mulai mendung.
Selain ancaman dari langit, BMKG juga mencatat dinamika geologi di bawah permukaan tanah. Sepanjang Januari 2026, terdapat 97 kali gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa Barat.
Mayoritas gempa bumi yang terjadi (80 kejadian) merupakan gempa dangkal, sementara 16 lainnya gempa menengah, dan satu kejadian gempa dalam. Magnitudo gempa berada di rentang $M1.3$ hingga yang terbesar $M3.8$.
Sumedang kembali menjadi sorotan setelah gempa berkekuatan $M2.7$ mengguncang wilayah tersebut pada 30 Januari 2026.
"Gempa dangkal sedalam 5 Km ini dirasakan di sejumlah wilayah mulai dari Sukasari, Tanjungsari, Cileunyi, hingga Lembang dengan skala II-III MMI," tambah Rahayu.
Himbauan BMKG
Dari total 97 gempa tersebut, 62 titik berpusat di laut selatan Jawa dan 35 kejadian lainnya berada di darat. Meskipun intensitas gempa dan petir cukup tinggi, BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkasnya. (*)