Benda Terlarang Ini Sampai Dibawa Remaja yang Akan Melakukan Aksi Balap Liar di Batulicin Kalsel
February 02, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Benda terlarang ini dibawa remaja yang akan melakukan aksi balap liar warga di sekitar Jalan Lingkar KM 30, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

Petugas  menemukan adanya senjata tajam (sajam) yang dibawa oleh oknum remaja di lokasi tersebut

Ketenangan malam warga di sekitar Jalan Lingkar KM 30, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, terusik oleh bisingnya suara knalpot brong dari aksi balap liar. 

Merespons keresahan tersebut, jajaran Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan bergerak cepat melakukan penggrebekan, Sabtu  (31/1/2026).

Baca juga: Bunga Tigarun Sajian Fermentasi Ala Banjar yang Banyak Disukai, Begini Cara Pembuatannya

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Dengarkan Cerita Atlet Disabilitas, Begini Reaksi Lisa Halaby

Aksi sigap ini bermula saat petugas piket penjagaan Mako Batalyon B Pelopor menerima laporan langsung dari warga yang merasa terganggu dan terancam keselamatannya akibat ulah para remaja tersebut. Tak butuh waktu lama, tim patroli langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Komandan Satuan Batalyon B Pelopor Kompol Fratika Yudha, melalui Dantim Intelmob Aipda Muhammad Kusnadi,  membenarkan penindakan tersebut. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati sekelompok remaja yang tengah bersiap melakukan ancang-ancang untuk memacu kendaraan mereka di jalanan umum.

"Kami berhasil mengamankan 12 orang remaja di lokasi Jalan Lingkar 30. Saat tim melakukan pemeriksaan menyeluruh, selain masalah kelengkapan surat kendaraan, petugas juga menemukan adanya senjata tajam (sajam) yang dibawa oleh oknum di lokasi tersebut," ujar Aipda Muhammad Kusnadi.

Sebagai efek jera dan bentuk tindakan tegas di tempat, para remaja tersebut diberikan sanksi tindakan fisik terukur sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Penggunaan Jalan Lingkar 30 sebagai lintasan balap liar memang menjadi atensi khusus kepolisian karena kerap dikeluhkan masyarakat setempat.

Pa Jaga Mako Batalyon B Pelopor, Aipda I Nengah Merta, yang memimpin patroli malam itu menegaskan bahwa kehadiran Brimob bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung yang memastikan masyarakat dapat beristirahat dengan tenang tanpa gangguan kebisingan maupun ancaman kriminalitas.

"Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti dengan profesionalisme dan ketegasan. Kami hadir sebagai pelindung sekaligus sahabat masyarakat, memastikan setiap warga Tanah Bumbu merasa aman di lingkungannya sendiri," tegas Aipda I Nengah Merta.

Polisi juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari, guna menghindari keterlibatan dalam aksi balap liar maupun penggunaan senjata tajam.

Masyarakat diharapkan terus proaktif dan tidak segan untuk melaporkan segala bentuk gangguan kamtibmas ke Mako Brimob. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan efek jera yang nyata serta mengembalikan ketertiban di wilayah hukum Tanah Bumbu.

Jangan di Jalan, Begini Cara Menyalurkan Hobi Balap yang Tepat

Balap-balapan di jalan raya merupakan tindakan yang sangat tidak dibolehkan. Selain dilarang dalam peraturan lalu lintas, balap-balapan di jalan raya juga bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Ada banyak cara untuk menyalurkan hobi balap-balapan, salah satunya seperti yang dilakukan salah seorang anggota komunitas penggemar Vespa Kutu Community, Guntur Leo. Ditemui KompasOtomotif pada Senin (1/1), Guntur menceritakan latar belakangnya bergabung di Kutu Community.

Selain karena kecintaan pada Vespa, Guntur menyebut alasannya bergabung di komunitas adalah untuk menyalurkan hobi balapnya. Tentu saja ajang balap yang diikutinya adalah balap motor Vespa.
Ajang balap motor antar komunitas Vespa.(Instagram Guntur Leo Perkasa)

Menurut Guntur, setiap tahunnya ada banyak kejuaraan balap Vespa yang diikuti berbagai komunitas penggemar Vespa. Dengan bergabung ke komunitas lah, maka dia punya akses untuk mengikuti kejuaraan.

"Tahu info ada balap dari Kutu. Alhamdulillah, selama di Kutu bisa terus ikut. Prestasi lumayan lah," kata Guntur.

Kapten Kutu Community Sentot Soe menyatakan, komunitasnya memang menyarankan anggota yang punya hobi balap untuk menyalurkan minatnya itu lewat kejuaraaan. Selain berpotensi mendulang prestasi, cara ini dianggap lebih baik daripada menyalurkan hobi balap saat turing atau konvoi bersama komunitas.

"Yang namanya orang ikut komunitas kadang-kadang memang punya hobi kebut-kebutan. Tapi daripada ngebut di jalanan, mending ngebut di sirkuit," ucap Sentot.

(Banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri syahrin/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.