Tangis Keluarga Bos Sate Asal Singkawang, Anak Meninggal dalam Perampokan Sadis di Boyolali
February 02, 2026 11:25 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Perampokan sadis menimpa keluarga bakul sate di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali pada Kamis 29 Januari 2026 sore. 

Seorang wanita bernama Daryanti (34) terluka parah, dengan anaknya, AO (6), tewas dibunuh pelaku.

Diduga pelaku membawa kabur sepeda motor serta perhiasan.

Rumah tersebut milik Purwanto, bos sate kambing yang tinggal di Singkawang, Kalimantan Barat.

Purwanto tidak tinggal di situ. Ia tinggal di Singkawang, Kalbar, menekuni jualan sate kambing di sana selama 15 tahun.

Rumah korban terbilang besar dan megah.

Baca juga: Kronologi Tragis Wanita di Desa Sentebang Sambas Meninggal Dunia Tersambar Petir saat Panen Padi

Meski berada di tengah kampung, rumah tersebut memiliki jarak dengan rumah tetangga.

Di sisi kanan dan kiri rumah berwarna krem itu terdapat kebun jati.

Begitu pula bagian depan dan belakang rumah korban yang juga berupa kebun jati.

Karena memiliki jarak dengan rumah tetangga dan dikelilingi pagar, tidak ada warga yang mengetahui atau mendengar teriakan saat peristiwa berdarah tersebut terjadi.

Hanya terdapat satu rumah tetangga, itu pun masih berjarak sekitar 20 meter

Saat kejadian di rumah hanya ada Daryanti serta AO, sementara anak pertama belum pulang sekolah.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pembunuhan berinisial A ditangkap di Kudus, Jawa Tengah, Jumat 30 Januari 2026.

Isak tangis pecah saat Purwanto, ayah korban, tiba di rumah duka.

Purwanto datang bersama kakak perempuannya yang baru pulang dari perantauan di Singkawang, Kalimantan Barat.

Keduanya tiba sekitar pukul 11.45 WIB.

Begitu turun dari mobil, Purwanto langsung menangis histeris.

Tubuhnya tampak lemas hingga harus dibopong oleh kerabat yang menyambut kedatangannya.

“Duh anakku piyee (anakku bagaimana)” teriak Purwanto sambil terisak.

\Purwanto sempat berteriak terkait kondisi sang anak.

Tangisan tersebut sontak mengundang perhatian kerabat dan warga yang sudah lebih dulu berada di lokasi.

Dengan langkah tertatih, Purwanto kemudian berjalan menuju garasi rumah, tempat jenazah putri bungsunya disemayamkan.

Tangisnya kembali pecah saat melihat peti jenazah yang telah tertutup kain.

Setelah emosinya sedikit mereda, Purwanto memberanikan diri membuka peti jenazah untuk melihat sang putri untuk terakhir kalinya.

Ia tampak memandangi wajah anaknya dalam diam, sesekali menyeka air mata yang terus mengalir.

Kerabat dan warga yang berada di rumah duka ikut larut dalam suasana haru.

Beberapa di antaranya berusaha menenangkan Purwanto yang masih terlihat terpukul atas kepergian putrinya dalam peristiwa perampokan berdarah tersebut.

Kondisi Terbaru Daryanti, Istri Purwanto

Daryanti (33), warga Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali kini sudah sadar. 

Namun, kondisinya belum stabil. 

Apalagi dia baru saja mengalami kejadian mengerikan karena ulah tetangganya AG (30). 

AG menggorok leher Daryanti hingga dia dalam kondisi kritis. 

Namun, kini kondisi Daryanti sudah lebih baik. 

Ini dibenarkan Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra.

Dia membeberkan kondisi luka yang dialami korban perampokan sadis di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali.

Serangan Senjata Tajam
Menurut AKBP Indra, korban tidak hanya mengalami luka bacok di bagian leher akibat serangan senjata tajam.
Tetapi juga mengalami luka terbuka di bagian tangan.

Luka tersebut diduga terjadi saat korban berusaha melawan pelaku.

“Selain luka bacok di leher, korban juga mengalami luka terbuka di bagian tangan. Luka ini didapat saat korban melakukan perlawanan,” ujar AKBP Indra, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Simo.

Kondisi korban dilaporkan sudah sadar, namun masih memerlukan pendampingan medis dan pemulihan psikologis akibat trauma berat yang dialaminya.

Kapolres menambahkan, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali juga memberikan pendampingan trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi mental korban pascakejadian.

“Korban sudah sadar, tetapi belum bisa dimintai keterangan karena kondisi mentalnya masih belum stabil,” pungkasnya.

Sosok Pelaku Dikenal Sayang Anak dan Istri

Sosok AG (30) pria yang membunuh anak bos Sate Kambing di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah dikenal penyayang keluarga. 

Namun, kini AG tak bisa serumah dan harus meninggalkan istri dan anaknya karena kasus yang menjeratnya. 

Dia tega melukai tetangga dan membunuh anak korban. 

Korban yang dibunuh AG yakni bocah berinisial AO (6).

Sementara, istri dari bos Sate Kambing itu, Daryanti terluka. 

Aksi kejam AG tentu membuat keluarga korban berduka, terlebih Suami dan Ayah dari korban pembunuhan tersebut, Purwanto.

Perubahan sikap AG ini diduga dipicu persoalan utang. 

Salah satu warga yang enggan disebut namanya, mengatakan persoalan tersebut sudah diketahui warga. 

"(soal utang) dengar, banyak yang dengar," ujarnya saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Sabtu (31/1/2026). 

Tak hanya dengan korban yang berurusan utang, tetangga lain juga ada. 

Istri AG, diketahui warga juga dekat dengan korban. 

Tinggalkan Istri dan Anak di Penjara

Pelaku perampokan sadis di Karanggede Kabupaten Boyolali dikenal warga merupakan sosok yang pendiam dan tidak neko-neko. 

Pria berinisial AG (30) diamankan Polisi, setelah diduga menjadi pelaku perampokan sadis kepada tetangganya di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah.

Sosok pria tersebut, diketahui merupakan tetangga korban. 

AG sendiri diketahui sosoknya tidak mencolok, ia kenal pendiam yang ramah di kalangan warga. 

"Orangnya seperti pendiam gitu,  dia ramah. Enggak pernah neko-neko," ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya kepada TribunSolo.com, Sabtu 31 Januari 2026.

Warga tersebut memaparkan, sosoknya juga diketahui menjadi kepala keluarga yang sayang keluarga. 

"Dia adalah sosok suami yang sangat sayang sama keluarganya, terutama sama istri dan anaknya," jelasnya. 

AG dikatakan, juga memiliki anak

"Anaknya masih kecil-kecil (usianya)," kata warga tersebut. 

Aksi yang diperbuat AG, membuat warga lingkungan sekitar terkejut. 

"Masyarakat terkejut sekali. Sangat terkejut dan heran, kok sampai segitunya teganya itu loh," ucapnya. 

Perampokan terjadi di rumah keluarga Purwanto, pemilik warung sate kambing yang cukup sukses di luar Pulau Jawa, tepatnya Kalimantan Barat.

Rumah di Boyolali itu, sehari-hari hanya dihuni istri dan anak Purwanto.

Akibat aksi perampokan ini, satu orang meninggal.

Lantaran kasus ini, AG harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia diproses hukum dan tidak bisa tinggal bersama anak dan istrinya.

Dia harus ditahan di balik penjara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.