SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Detik-detik petugas gabungan BPBD bersama warga berupaya mengevakuasi pohon beringin di Punden Desa, Makam Mbak Brintik yang tumbang menimpa rumah di Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) sore.
Pohon beringin itu ambruk menimpa atap rumah milik Feri Ahmad Dani, warga Dusun Manukan, saat hujan deras disertai angin kencang melanda, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Proses evakuasi memerlukan waktu cukup lama lantaran saking besarnya pohon beringin berdiameter sekitar 200 cm tersebut.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, petugas menggunakan alat gergaji mesin untuk memotong dahan menjadi ukuran kecil agar lebih mudah dievakuasi.
"Evakuasi pohon tumbang khususnya yang menimpa rumah warga di Desa Balongmasin masih terus dilakukan. Pohon tumbang akibat diterjang angin kencang," ujar Khakim saat ditemui di lokasi kejadian bencana, Minggu.
Korban terdampak bencana, Feri Ahmad Dani (28) menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang melanda desanya pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut dia, suasana kampungnya berubah mendadak mencekam saat pusaran angin kencang berlangsung sekitar 10-30 menit mengakibatkan pohon beringin di samping rumahnya ambruk.
Feri bersama adik, kakak dan kedua orangtuanya panik berupaya berlindung keluar dari rumah.
"Hujan dan angin kencang pohon Beringin di Punden Desa ambruk menimpa atap rumah. Iya panik, ada 5 orang di dalam rumah saat kejadian. Kita sekeluarga langsung keluar menyelamatkan diri," kata Feri saat dijumpai di lokasi.
Feri mengungkapkan, batang besar pohon beringin merusak atap rumahnya hingga menembus ruangan tamu dan kamar tidur.
Dirinya bersama keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat terdekat.
Ia juga berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki rumahnya seperti semula.
"Atap rumah hancur, bantuan dari warga gotong royong mengevakuasi pohon tumbang. Harapannya, bisa diperbaiki agar rumah kembali bisa ditinggali," pungkas Feri.
Penanganan pasca bencana angin kencang di Kecamatan Pungging, sampai saat masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.