WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Polres Metro Jakarta Timur menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) dari 28 Januari-11 Februari 2026 mendatang.
Dalam operasi ini, jajaran Polres Metro Jakarta Timur dibantu oleh Kodim 0505/Jakarta Timur dan Pemkot Jakarta Timur.
Wakapolres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahmad Akbar menjelaskan, tujuan operasi Pekat adalah menjaga stabilitas Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban masyarakat) dan menciptakan kondusivitas di wilayah Jakarta Timur.
"Tentunya ini juga ada maksud dari kita untuk berupaya mereduksi atau mezerokan gangguan Kamtibmas, lebih khusus adalah tawuran dan bentuk-bentuk penyakit masyarakat," tegasnya.
Menurut Akbar, ada tiga point utana dalam operasi Pekat di Jakarta Timur, pertana preventif seperti imbauan, sambang wilayah dan penyuluhan ke masyarakat.
"Kedua Preemtif, khusus untuk kegiatan preemtif ini, kami menggelar bersama-sama dengan jajaran Pemkot dan Kodim beserta segenap elemen masyarakat atau potensi masyarakat yang sekiranya bisa kita berdayakan," tegasnya.
Baca juga: Operasional RDF Rorotan Masih Terbatas, Kapasitas Naik Bertahap hingga 1.000 Ton
Atas dasar itu, kata mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel ini, pihaknya sudah mendirikan 27 posko terpadu yang tersebar di wilayahnya.
Setiap posko diisi oleh anggota Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur, unsur pemerintah kota dan Kodim 0505/JT serta elemen masyarakat.
"Tujuannya yang utama adalah untuk menjaga stabilitas Kamtibmas, lingkungan, dan untuk mencegah indikasi-indikasi perbuatan yang mengarah kepada tawuran ataupun gangguan Kamtibmas lainnya. Pos terpadu ini sudah berjalan. Pos ini sudah berjalan dan semuanya tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur," ucap Akbar.
Akbar menambahkan, upaya ketiga adalah represif atau penindakan secara hukum kepada pelaku tawuran, balap liar dan tindak kejahatan lainnya.
Lebih lanjut Akbar, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah penindakan kepada pelaku tawuran. Langkah ini sebagai komitmen Polres Metro Jakarta Timur menciptakan zero tawuran.
"Jika adanya temuan-temuan dari kegiatan kami, baik itu deteksi intelijen ataupun patroli bersama yang menemukan kelompok-kelompok yang akan atau patut diduga melakukan tawuran, maka kami segera tindak lanjuti," tandasnya. (m26)