SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Suasana khidmat menyelimuti kompleks Pendopo Delta Wibawa, saat sekitar seribu anak yatim berkumpul untuk memanjatkan doa bersama bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).
Kegiatan religius yang digelar di pusat pemerintahan tersebut, merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-167.
Pantauan SURYA.co.id di lokasi, ribuan anak yatim tersebut tampak khusyuk melantunkan doa bersama para tokoh agama dan pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
Berdasarkan data yang dihimpun SURYA.co.id, doa bersama ini dipanjatkan secara khusus untuk memohon kemakmuran, keberkahan, serta harapan agar Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih baik di masa depan.
Sejumlah pejabat teras, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, turut larut dalam lantunan doa tersebut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berharap, lantunan doa ini membawa manfaat besar bagi kemaslahatan seluruh warga.
Mengingat usia Kabupaten Sidoarjo yang telah menginjak 167 tahun, momentum ini dianggap sebagai tanda kematangan daerah.
Kepada SURYA.co.id, Fenny Apridawati menyampaikan bahwa di usia yang sudah tidak muda lagi ini, masyarakat Sidoarjo diharapkan bisa semakin kokoh dan kompak dalam mendukung pembangunan daerah.
“Mari kita sepakati bersama untuk membangun Kabupaten Sidoarjo. Dan untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang luar biasa, sehingga jangan sampai ditemukan anak-anak di Sidoarjo yang tidak bersekolah, atau anak yang dalam kondisi sakit tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Fenny.
Lebih lanjut, Fenny mengingatkan masyarakat mengenai kemudahan akses fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah daerah. Ia menegaskan, bahwa pelayanan kesehatan kini semakin inklusif bagi warga lokal.
“Karena di Kabupaten Sidoarjo hanya dengan membawa KTP saja sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan gratis,” tambahnya.
Momen Harjasda ini, menurut Sekda, bukan sekadar perayaan seremonial sejarah. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan semangat untuk terus berbenah ke arah yang lebih positif.
“Perlu bersama-sama untuk hijrah dari baik menjadi lebih baik, lebih baik menjadi sangat baik,” tegas Fenny di hadapan para undangan dan anak yatim.
Selain masalah sosial dan pendidikan, SURYA.co.id mencatat pesan kuat Sekda mengenai ketertiban umum. Beliau mengajak seluruh warga untuk memiliki kepedulian sosialm, dengan berani menegur perilaku negatif di lingkungan sekitar.
“Mari ingatkan jika mungkin ditemukan orang yang melakukan tindak perusakan fasilitas umum, membuang sampah tidak pada tempatnya, dan sebagainya. Saya berharap dan memohon masyarakat saling mengingatkan,” lanjutnya.
Terlihat di lokasi, acara tidak hanya diisi dengan doa. Sebagai wujud syukur dan tanggung jawab sosial, dilakukan pula penyerahan secara simbolis bantuan dari berbagai elemen masyarakat kepada anak-anak yatim piatu yang hadir.
Bantuan tersebut ditegaskan bukan sekadar donasi materi, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi penerus di Kabupaten Sidoarjo.