Pulihkan Konektivitas Pascabencana, Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah Resmi Beroperasi
February 02, 2026 06:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Upaya pemulihan infrastruktur transportasi di Kabupaten Bener Meriah menunjukkan progres yang signifikan.

Baca juga: Lewati Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Bireuen, Truk Wajib Bawa Surat Bukti Penimbangan

Dua Jembatan Putus Kembali Terhubung 

Memasuki awal Februari 2026, dua titik krusial yang sempat terputus akibat bencana alam kini telah terhubung kembali melalui pembangunan Jembatan Bailey oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal).

Langkah cepat ini diambil guna memastikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak tidak terhambat lebih lama.

​Salah satu titik utama yang telah rampung adalah Jembatan Bailey di Desa Bener Pepanyi yang berada pada ruas jalan lintas KKA, menghubungkan Aceh Utara, Bener Meriah, hingga Takengon. 

Jembatan dengan tipe 1-1 SSR sepanjang 30 meter ini telah selesai dikerjakan sejak Januari lalu oleh personel gabungan Yonzipur 9/Lang Lang Bhuwana dan Denzipur 3/Agni Tirta Dharma.

Kehadirannya terbukti efektif memulihkan jalur vital logistik dan ekonomi yang sempat lumpuh total, sekaligus mengembalikan mobilitas sosial serta pendidikan warga ke kondisi normal.

​Menyusul keberhasilan tersebut, pada Senin (2/1/2026), Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, juga resmi dioperasikan. 

Baca juga: Hari ke-54 Pascabencana, Jembatan Bailey jadi Solusi Akses Lumpuh di Desa Meriah Jaya

Peresmian jembatan yang mampu menahan beban maksimal 20 ton ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan tradisi Peusijuek atau tepung tawar.

Proyek ini dikerjakan oleh prajurit Kodam Iskandar Muda dari Yonzipur 16/DA bersama Kodim 0119/BM dan mulai difungsikan secara penuh pada pukul 09.00 WIB, untuk membuka kembali akses yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi.

Pernyataan ​Komandan Kodim 0119/BM

​Komandan Kodim 0119/BM, Letkol Inf Ahmad Fauzi, melalui Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, menegaskan bahwa pembangunan jembatan-jembatan ini merupakan solusi strategis untuk menjaga stabilitas wilayah.

Kapten Czi Aep Mukhran Halid menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur darurat ini adalah wujud nyata peran TNI dalam mempercepat pemulihan pascabencana. 

Ia berharap dengan berfungsinya jalur ini, distribusi logistik dan roda ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan optimal. 

Meskipun bersifat sementara, jembatan ini dirancang dengan standar keamanan tinggi untuk menjamin keselamatan pengguna jalan hingga pembangunan jembatan permanen dapat dilaksanakan di masa mendatang. (*)

Baca juga: Jembatan Bailey Jalan Batalyon di Bener Meriah Ditargetkan Rampung Pekan Depan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.