Intip Desain Lubung Kolaborasi di Malinau Berkonsep Ruang Terbuka, Jadi Tempat Pertemuan Komunitas 
February 02, 2026 08:14 PM

‎​TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Bangunan dengan atap pelana berwarna biru kini menjadi fasilitas baru di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tepatnya di area Seluwing, Kecamatan Malinau Kota, Malinau, Kalimantan Utara. 

‎​Arsitektur yang didesain sederhana ini merupakan fasilitas yang baru selesai dibangun akhir tahun 2025 sebagai pelengkap fasilitas kesenian daerah. 

‎​Pantauan TribunKaltara.com, arsitektur didominasi ruang terbuka tanpa dinding, ditopang deretan tiang berwarna hijau dengan ornamen kuning keemasan bermotif khas Tidung.

‎​Pada bagian depan, gevel berlapis papan kayu cokelat tua menampilkan ornamen simetris sebagai penanda visual utama.

Baca juga: Masyarakat Tana Tidung Tahun Baru di RTH Djoesoef Abdullah, Polisi Sisir Tempat Rawan

Bangunan tersebut merupakan Lubung Kolaborasi, fasilitas publik yang pembanguna telah rampung dan direncanakan sebagai ruang aktivitas masyarakat.

‎​Dari tampilan fisik, struktur bangunan memadukan unsur modern dengan pendekatan akulturasi Tidung, yang diterapkan melalui ragam hias, pilihan warna, serta konsep ruang terbuka.

‎​Atap memanjang dengan overstek lebar menaungi area utama, sementara plafon berwarna putih dan lampu gantung sederhana terpasang sejajar mengikuti sumbu bangunan.

‎​Lantai dilapisi keramik berwarna abu-abu kecokelatan. Di sisi kanan, terdapat bangunan tertutup berdinding putih dengan jendela kaca berbingkai hitam yang berfungsi sebagai ruang penunjang.

Baca juga: Lengkapi Fasilitas RTH Seluwing Malinau Kota, Lubung Kolaborasi Dalam Proses Pembangunan

‎​Proyek pembangunan Lubung Kolaborasi dimulai pada akhir 2025 dan didanai melalui Dana Bagi Hasil–Dana Reboisasi (DBH-DR).

‎​Keberadaannya menambah fungsi RTH Malinau yang sebelumnya lebih dikenal sebagai ruang hijau dan area rekreasi.

‎​Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau, dr John Felix Rundupadang, menjelaskan bahwa nama “Lubung” diambil dari bahasa Tidung yang berarti pondok atau rumah kecil.

‎​Penamaan ini dimaksudkan untuk mencerminkan identitas lokal dalam fasilitas publik tersebut.

‎​“Namanya Lubung Kolaborasi. Ini merupakan fasilitas pelengkap dari ruang terbuka hijau kita di wilayah Seluwing, Malinau Kota,” ujar dr John Felix Rundupadang, Senin (2/2/2026).

‎​Arsitektur Lubung Kolaborasi terbagi menjadi dua area utama.
‎​Area tertutup difungsikan sebagai ruang pertemuan semi-formal yang dilengkapi pencahayaan dan fasilitas sanitasi.

RTH di Malinau 02 02022026.jpg
LUBUNG KOLABORASI - Fasilitas pelengkap di Ruang Terbuka Hijau, Seluwing, Malinau Kota selesai dibangun, Senin (2/2/2026). Lubung Kolaborasi berkonsep semi-outdoor ini siap difungsikan.


‎‎​Ruang ini dapat digunakan untuk diskusi, pertemuan komunitas terbatas, maupun kegiatan lainnya yang memerlukan ruang tertutup.

‎​Sementara itu, area terbuka menjadi bagian paling dominan. Tanpa sekat dinding, ruang ini memungkinkan sirkulasi udara alami dan fleksibilitas penggunaan.

‎​Area tersebut direncanakan untuk kegiatan seni, latihan budaya, pertemuan warga, hingga aktivitas komunitas yang bersifat terbuka.

‎​"Ruang tertutup ini fungsinya juga bisa sebagai ruang ganti, juga multifungsi. Di bagian luar semi-outdoor, bisa sebagai ruang kesenian," katanya.

‎​Dengan selesainya pembangunan Lubung Kolaborasi, RTH Malinau kini memiliki tambahan fasilitas yang memperluas fungsi kawasan, tidak hanya sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai ruang aktivitas sosial dan budaya.

‎​(*)

‎​Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.