Prabowo Soroti Pembongkaran Situs Bersejarah, Tegaskan Pentingnya Pelestarian
February 02, 2026 09:54 PM

TribunGayo.com - Pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan sejarah nasional.

Baca juga: Lahan Milik Prabowo di Aceh Tengah Akan Diberikan untuk Relokasi Korban Bencana Alam

Presiden Prabowo Subianto meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menjadikan pelestarian situs bersejarah sebagai prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Senin (2/2/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menilai pemahaman terhadap sejarah memiliki peran penting dalam membentuk kepemimpinan dan karakter kebangsaan.

Ia mengingatkan bahwa bangsa yang mengabaikan sejarah berisiko mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu.

“Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu,” ujar Prabowo yang dikutip dari Kompas.com pada Senin (2/2/2026).

Baca juga: Tinjau Korban Bencana Alam di Bener Meriah, Prabowo: Semua Jembatan dan Jalan Putus Akan Diperbaiki

Soroti Lemahnya Penghormatan terhadap Warisan Sejarah

Presiden juga mengungkapkan pengalamannya melihat secara langsung masih lemahnya penghormatan terhadap sejarah nasional.

Ia mencontohkan sebuah prasasti tahun 1978 yang ditemuinya terlihat berada di kolam renang, mencerminkan belum tumbuhnya kesadaran penuh dalam menghargai nilai sejarah dan kedaulatan bangsa. 

“Saya masih melihat prasasti. Saya lihat satu prasasti tahun 1978, saya ulangi, tahun 1978, 28 tahun setelah kedaulatan kemerdekaan, masih ada prasasti di kolam renang Manggarai waktu itu. Sayang, mungkin sudah dibongkar,” ungkapnya.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran kolektif untuk menjaga peninggalan bersejarah belum sepenuhnya terbangun.

"Kadang-kadang kita tidak menghormati sejarah kita. Situs-situs bersejarah dibongkar. Ini para kepala daerah harus memikirkan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan contoh konkret sejumlah situs bersejarah nasional yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo waktu pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah jadi pabrik,” sesalnya.

Pembangunan Daerah Harus Sejalan dengan Pelestarian Sejarah

Kepala negara menegaskan, keberadaan bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan besar para pendahulu.

Karena itu, pelestarian situs sejarah tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pembangunan jangka pendek.

Instruksi tersebut menjadi penekanan agar kepala daerah memastikan kebijakan pembangunan di wilayah masing-masing harus tetap sejalan dengan upaya menjaga warisan sejarah dan identitas bangsa.

Baca juga: Dampingi Presiden Prabowo ke Aceh Tengah, Menlu Sugiono: Perasaan Saya Campur Aduk

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.