TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – DPRD Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program penanganan stunting.
Ini menyusul masih tercatatnya angka prevalensi stunting sebesar 21,6 persen pada tahun 2025.
Meski menunjukkan tren penurunan dan mendapat apresiasi di tingkat nasional, DPRD Balikpapan menilai upaya penanganan stunting belum boleh mengendur.
Isu stunting menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Balikpapan.
Baca juga: Kesadaran Keluarga Jadi Tantangan Utama Atasi Stunting di Balikpapan
DPRD Balikpapan memastikan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak, tetap menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Anggota DPRD Balikpapan, Kasmah, menyebut capaian penurunan stunting patut disyukuri, terlebih Balikpapan telah menerima penghargaan atas keberhasilannya menekan kasus tersebut.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar dan memerlukan konsistensi kebijakan.
“Kita patut bersyukur karena ada penurunan stunting dan bahkan mendapat penghargaan. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Baca juga: DPRD Soroti Kenaikan Stunting di Balikpapan, Minta Libatkan Puskesmas untuk Cari Solusi
Menurut Kasmah, penanganan stunting tidak bisa dipandang sebagai program jangka pendek.
Ia menegaskan, stunting berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan, sehingga membutuhkan pengawalan serius dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
DPRD Balikpapan, kata dia, akan mengawal hasil Musrenbang agar usulan yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat dapat masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Penajaman program menjadi penting agar anggaran yang tersedia tepat sasaran dan berdampak langsung pada penurunan stunting.
Baca juga: Angka Stunting di Balikpapan Naik Jadi 24,6 Persen, Lampaui Rata-Rata Nasional
“Kita lihat mana yang paling mendesak dan paling dibutuhkan masyarakat. Itu yang akan kita dorong bersama,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kasmah menekankan bahwa DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mengawal program-program yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Program intervensi gizi, pelayanan kesehatan dasar, hingga edukasi keluarga dinilai harus berjalan seiring dan saling melengkapi.
“Kita akan kawal agar program yang sudah berjalan baik ini bisa terus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)